Perkataan Bibir yang Mencerminkan Karakter


perkataan bibir
Hidup yang kudus adalah hidup yang dipisahkan, yang berjalan sesuai dengan rencana Tuhan sendiri, bukan berdasarkan apa yang dunia lakukan, jika anak-anak Tuhan rela untuk dituntun masuk kedalam hidup yang dikuduskan, maka kita harus rela untuk di ajar hidup tidak sama atau tidak serupa seperti yang dunia kerjakan. Cara berfikir yang berbeda, dengan terus melangkah seperti yang Kristus kerjakan. Dalam hal ini, pola pandang anak-anak Tuhan akan sangat-sangat berbeda. Satu contoh, dunia bahkan agama akan beranggapan bahwa kekudusan itu ditentukan oleh 'apa yang masuk ke dalam mulut', sebaliknya  Yesus mengajarkan dan menegaskan bahwa kekudusan itu ditentukan oleh 'apa yang keluar dari dalam mulut'. Dapatkah saudara melihat perbedaan yang sangat mendasar ini? Dunia dan agama mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, kapan harus makan apa dan bagaimana... semua itu dianggap akan membawa kekudusan bagi pribadi tsb, sekalipun semua itu baik, tapi itu tidak akan membawa pengudusan bagi hidup kita.

Pengudusan yang Tuhan kerjakan didalam diri orang percaya dimulai dari hati orang tsb, dari dalam kemudian tumpah atau termanifestasi keluar, bukan dari luar masuk kedalam. Namun perkataan atau buah bibir kita seharusnya akan menjadi satu barometer atau satu petunjuk yang akurat akan isi hati kita. Kitab Yakobus 3:2 mengatakan : "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. " kesempurnaan satu pribadi ditunjukan oleh perkataan bibirnya. Kita mungkin saja bisa bersandiwara untuk sementara waktu atau untuk saat-saat tertentu, tapi kita tidak mungkin dapat bersandiwara selamanya. Satu kali, apa yang ada didalam hati kita, isi karakter kita akan tumpah melalui perkataan bibir kita, entah itu perkataan kotor atau najis, entah itu perkataan dolak dalik atau kebohongan, atau bahkan perkataan penyesatan atau fitnahan yang sangat jahat, itu hanyalah sekedar luapan dari dalam hati orang tersebut.

Agama dan dunia berusaha untuk mendatangkan 'rasa nyaman' tanpa pernah menangani masalah yang sesungguhnya. Ketika kita sakit, yang paling mudah adalah makan 'obat penghalang rasa nyeri atau pain killer', tapi apakah obat pain killer bisa mengobati rasa sakit sebenarnya? Justru kebalikannya, pain killer akan membuat tubuh menjadi tidak peka terhadap rasa sakit, dan bahkan akan menambah sakit penyakit lain kedalam tubuh kita. Ketika kita susah dan kehilangan damai sejahtera, dunia akan menawarkan serentetan hiburan yang akan membuat kita lupa untuk sementara waktu, namun akhirnya kita menjadi sangat tidak mampu untuk berdiri teguh dalam menghadapi masalah-masalah di hidup ini, bukankah itu yang narkoba, perjudian, pelacuran dan alkohol tawarkan? Apakah semua itu dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi? Sama sekali tidak!  Justru semua itu aka menambah beban dan masalah baru. Itulah bedanya solusi duniawi dengan solusi Firman Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan untuk menangani bagian dalam, isi karakter orang tersebut, kemudian setelah karakternya, manusia batiniahnya dipulihkan, maka aliran yang keluar dari padanya seperti perkataan, sikap, tindakan, dll, semua itu akan mencerminkan isi yang sesungguhnya.

Berjalanlah untuk berjalan didalam tuntunan rencana Tuhan yang ajaib, siap sedialah untuk selalu dengan rendah hati menerima Teguran Tuhan, ketika Tuhan tunjukan kepada kita betapa masih ada 'nada nada sumbang, kebohongan, atau mungkin bau busuk' yang keluar dari perkataan bibir kita. Jika kita mau selalu dengan jujur dan rendah hati melihat atau bercermin kepada diri kita sendiri, lalu membawa semua kekurangan-kekurangan tersebut dibawah kaki Tuhan, maka Tabib yang Ajaib itu mampu memberi kita hati yang baru, yang murni dan berkenan kepada-Nya, sehingga kita dapat dipakai untuk memuliakan nama Tuhan. Cara seperti ini adalah dengan mengajak dan meminta orang lain, sahabat, soul-mates untuk mengoreksi kita. Untuk menegur kita dengan jujur ketika mereka melihat dan menemukan perkataan sumbang dan bau busuk keluar dari bibir kita. Sebab seringkali kita tidak mampu mengoreksi diri kita sendiri, biarkan Tuhan dan orang lain yang mengoreksi kita maupun perkataan bibir kita.


Popular Posts

Powered by Blogger.