Home » , » Jangan Sombong, Hiduplah dengan Rendah Hati

Jangan Sombong, Hiduplah dengan Rendah Hati

Jangan sombong, Hiduplah dengan rendah hati - Sama seperti dalam peperangan jasmani, musuh penyesatan atau dosa yang sangat fatal itu adalah musuh yang kita sadari. Adakah musuh yang menyerang kita dan tidak pernah kita sadari? Adakah dosa didalam diri kita namun tidak kita sadari? Itulah dosa 'keangkuhan', Berbeda dengan dosa-dosa yang lain, dosa keangkuhan itu sering jarang dapat dideteksi, Dosa perselingkuhan mudah terlihat, pendirian, pembunuhan, dll semua mudah terdeteksi dan pelakunyapun tahu persis bahwa dia sudah jatuh kedalam dosa, Namun dosa kesombongan sering bahkan tidak disadari oleh pelakunya sendiri. Kita sering tidak sadar bahwa kita angkuh atau sombong, seringkali bahkan orang lain  yang lebih peka daripada diri kita sendiri. Daud sampai harus bergumul untuk minta pertolongan Tuhan agar dia dibebaskan dari dosa yang tidak dia sadari itu, sebab keangkuhan akan terasa seperti biasa saja setelah sekian lama mencengkram hati kita.

Tuhan tahu perkara yang terselubung, yang tidak terlihat atau terdeteksi sekaligus hal lain yang sering menjadi 'dosa terselubung' yang sering tidak kita sadari adalah niat busuk atau motivasi yang keliru. Sering bahkan kita sendiri tidak sadar akan motivasi terselubung yang ada dihati kita. Daud di dalam satu Mazmurnya berkata demikian: Mazmur 44:20-21 "Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!'' Menadahkan tangan seperti yang Daud katakan adalah sikap meminta berkat atau meminta pertolongan. Tanpa disadarinya, Daud merasakan ada waktu dimana dia juga kadang bisa atau sempat 'menadahkan tangan ke allah lain', dan itu diakuinya sebagai tindakan melupakan Allah yang benar, itulah dosa terselubung yang Daud sendiri akui, sekalipun kadang tidak dia sadari. Kita memerlukan koreksi dan teguran Tuhan untuk mengungkapkan motivasi-motivasi yang salah.

Musuh yang tidak terlihat(kesombongan) adalah sama seperti yang tidak kita sadari. Kita memerlukan bantuan orang lain untuk menyadarkan diri kita sendiri. Berkali- kali Daud jatuh ke dalam dosa-dosa ini, ketika dia berzinah dengan Betsyeba dan membunuh suaminya, dimana hati nurani Daud? Tidakkah dia sadar bahwa perbuatannya seperti itu adalah dosa yang jahat? Daud baru sadar ketika Nabi Nathan datang dan menegurnya dengan tegas. Ketika keangkuhannya untuk berbangga akan jumlah tentarnya yang besr dan dahsyat, tidakkah Daud sadar bahwa itu adalah dosa yang meragukan dan meremehkan Tuhan? Daud hanya sadar ketika nabi Gad dan Yoab panglimanya menegur dia akan keangkuhan yang terkandung di hatinya. Daud terhindar dari begitu banyak dosa yang tidak ia sadari, sebab dia dikelilingi oleh orang-orang yang takut akan Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang berani dengan tegas dan terang-terangan menegur dia, juga karena Daud memelihara hati yang rendah, yang rela ditegur, sehingga teguran-teguran tersebut menjadi seperti cangkul yang mencungkil bongkahan-bongkahan batu dan kerikil yang tersembunyi  didalam tanah, agar tanah itu siap ditanami.

Jangan sombong, hiduplah dengan rendah hati
Kita membutuhkan orang lain untuk menyadarkan kita akan hal-hal yang tidak kita sadari, Namun seringkali kekerasan hati kitalah yang menahan suara teguran yang Tuhan nyatakan lewat berbagai perkara atau melalui orang lain, Seringkali sebaliknya, hati yang keras tidak akan sadar, atau jika sudah sadar sekalipun, seringkali sudah terlalu terlambat. Sebelum Nebukadnezar jatuh dan dicampakan, Tuhan sudah terlebih dahulu memberikan mimpi kepadanya yang tujuan nya sebagai peringatan akan keangkuhan hatinya, bahkan Daniel sudah memperingatkan dia kan hal tersebut untuk jangan sampai hal tersebut seperti yang dimimpikan terjadi kepadanya... Namun Nebukadnezar mengabaikan semua nasehat dan peringatan tersebut, sehingga dia pada akhirnya harus direndahkan sedemikian rupa. Ketika Tuhan mengingatkan Nebukadnezar, kemudian Daniel mengingatkan dia kembali, kekerasan hati lah yang pada akhirnya menghancurkan dia. Doa seperti pemazmur yang berkata 'Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari...' hanya akan menjadi kenyataan jika hati kita lembut, mau diarahkan oleh suara atau tangan Tuhan melalui hidup orang lain.

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.