Home » , » Ketekunan Dalam Tekanan

Ketekunan Dalam Tekanan

Ketekunan dalam tekanan - Ada satu peribahasa orang asing yang berkata : ''a picture speaks louder than a thousand words". "satu gambar berbicara lebih kuat daripada seribu kata-kata". Jika peribahasa itu benar, maka hari itu seperti inilah yang terjadi bagi kepala pasukan romawi. Dia tidak pernah mendengar khotbah-khotbah Yesus... dia tidak pernah menyaksikan mukjizat apapun yang pernah Yesus perbuat...  dia tidak pernah  mendengar  Yesus berdoa...tapi hari  itu dia melihat Yesus menggeliat-geliat  kesakitan di kayu salib, namun tidak sepatah kata keluhan apalagi kutukan yang keluar dari mulut-Nya. Kepala pasukan Romawi yang bertugas untuk mengawal dan menyalibkan Yesus itu melihat semua pemandangan itu dengan jelas, kemudian dia menarik satu kesimpulan: ''sungguh, orang ini adalah orang benar''

ketekunan dalam tekanan

Kesimpulan yang di ambil oleh kepala pasukan Romawi yang memuliakan Allah sambil berkata: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!", itu terjadi bukan pada saat dia melihat Yesus sedang dielu-elukan, namun pada saat Yesus mengalami kesengsaraan. Hal yang sama juga sesungguhnya terjadi bagi kita masing-masing. Sesungguhnya, orang disekitar kita akan dapat melihat Allah melalui kita dan memuliakan-Nya. Ketika mereka melihat kita melalui lembah air mata, ketika kita tetap bertekun menghadapi kesengsaraan, ketika pada waktu kekurangan, waktu kesakitan, namun kita tetap memegang teguh iman percaya kita, pada saat tidak ada alasan untuk tetap setia, pada saat itulah mulut orang akan memuliakan Allah karena melihat proses yang kita alami.

Kesaksian kita yang paling efektif bukanlah dengan kata-kata yang indah, atau dengan kata-kata yang penuh kharisma, namun ketekunan dalam tekanan penderitaan itulah kesaksian sejati. Orang yang tidak pernah mendengar firman Tuhan seperti kepala pasukan Romawi sekalipun, ketika melihat ketekunan dan kerelaan Kristus yang menakjubkan, langsung memuliakan Allah. Penyebab banyak orang percaya sulit untuk bertekun didalam tekanan atau penderitaan adalah karena kita menganggap bahwa kita tidak pantas menerima semua itu. Kita merasa seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih baik, lebih adil, lebih bijaksana dan lain sebagainya.

Ketekunan dalam tekanan
Namun bagi Yesus, tidaklah demikian, bagi-Nya adalah ; "Ia dihina dan dihindari orang,... Ia biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina,... Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya, padahal kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah." Yesaya (53:3-4). Lihat, bukan kesalahan-Nya namun kesalahan kita yang membuat Dia menderita sengsara, namun Dia tetap tekun, dan Dia tidak membela diri-Nya sendiri, itulah yang mendatangkan kemuliaan Allah. Tetaplah bersyukur, semua ada dalam rencana Allah. semua itu akan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Haleluyah!

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.