Home » , » Milikilah Hati yang Bijaksana

Milikilah Hati yang Bijaksana

Hati yang bijaksana
Milikilah hati yang bijaksana - Bronnie Ware adalah seorang perawat Australia yang bekerja di salah satu rumah sakit. Tugasnya adalah merawat pasien-pasien yang di vonis memiliki usia tinggal 3 bulan atau kurang. Selama merawat pasien-pasien yang memiliki usia tinggal hitungan hari tersebut, Bronnie melihat begitu banyak penyesalan akan waktu yang hilang sia-sia. Sebagian besar dari mereka yang divonis hidup hanya beberapa bulan lagi menyatakan seandainya mereka bisa mengulangi waktu hidupnya, mereka ingin  mengisinya dengan  hidup yang lebih berguna bagi Tuhan dan sesama, lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang yang mereka kasihi, mereka menyesal telah menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Ketika saat-saat terakhir dari hidup kita, adakah penyesalan akan waktu yang terbuang sia-sia?

Menurut kesimpulan yang Bronnie Ware tuliskan, tidak seorang pun dari pasien yang divonis beberapa bulan lagi tersebut yang merindukan untuk seandainya saja... maka saya akan bekerja dan mengumpulkan uang lebih banyak lagi,... atau mengusahakan posisi kekuasaan lebih tinggi lagi... atau mengejar karier dan cita-cita lebih tinggi lagi... ini adalah sifat manusiawi, ingin lebih kaya lagi, lalu setelah kaya, ingin berkuasa dan memiliki jabatan tinggi, untuk apa? Supaya dengan jabatan dan kekuasaan itu, mereka bisa lebih kaya lagi, Orang yang hidupnya tinggal hitungan hari, sadar bahwa hal-hal itu ternyata sia-sia, sebaliknya hampir semua pasien tersebut merindukan untuk mengisi waktu hidupnya untuk hal-hal yang lebih berguna, lebih banyak waktu dengan keluarga. Jika kita sadar hal itu, kenapa harus menunggu sampai hidup kita tinggal beberapa bulan lagi? Kenapa tidak kita isi dengan benar sejak sekarang?

Menyadari bahwa hidup ini tidak kekal, hati yang bijaksana akan mengajar kita untuk mengisi hidup yang tidak kekal ini dengan nilai-nilai kekekalan. Oscar Schindler, seorang petinggi pemerintahan Nazi Hitler yang menyelamatkan ratusan bahkan hampir ribuan orang-orang Yahudi pada saat perang dunia ke-2 pecah di Eropa, yang kisah hidupnya pernah diangkat ke layar lebar yang berjudul ''Schindler's list'', saat Nazi sudah dikalahkan, dan karena jabatannya di pemerintahan Nazi, tetap harus dibawa ke pengadilan Internasional, menyatakan : ''seandainya saja saya masih memiliki waktu, saya akan selamatkan lebih banyak orang-orang Yahudi supaya mereka tidak perlu mati sia sia, seandainya saja saya sempat menjual beberapa milik saya ini, tentu uangnya bisa dipakai untuk menyelamatkan anak-anak yatim dari kehilangan orang tuanya''. Seperti itulah hati yang bijaksana.

Mazmur Musa telah mengajarkan kepada kita satu kebenaran yang tidak pernah kadaluarsa sepanjang zaman, kebenaran tentang rahasia memperoleh hati yang bijaksana. Dengan belajar menghitung hari-hari di hidup ini, maka kita akan dibuat sadar bahwa setiap hari yang kita lalui itu berarti satu hari lagi lebih dekat dengan akhir hidup ini. Jika hari-hari yang kita lalui itu berarti  hari kita semakin pendek, dan semakin dekat dengan hari pertemuan dengan Sang Pencipta, akankah kita terus bermain main dengan hidup yang sangat singkat ini? Atau sebaliknya kita akan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup ini? Demikianlah rahasia untuk memperoleh hati yang bijaksana, kebijaksanaan tumbuh ketika kita sadar bahwa hidup ini ada akhirnya, ada ujungnya, dan bahkan ternyata ujungnya sangat singkat, kebijaksanaan akan mendorong kita untuk melakukan yang mulia dan benar.

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.