Firman Tuhan yang Setia dan yang Benar

Setia dan Benar
Ada beberapa nama atau sebutan yang ditulis didalam Alkitab tentang Tuhan, kitab Wahyu menjawab satu nama yang meneguhkan apa yang injil Yohanes 1 telah katakan, diayat 1 dan 14: "...Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,..." Kita tahu bahwa yang dimaksud dengan Firman yang telah menjadi manusia adalah Kristus sendiri, di Wahyu 19:13 lah, kita menemukan peneguhan itu sekali lagi, "...dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah". dua kesaksian meneguhkan siapakah Firman itu, Firman adalah Tuhan sendiri yang membayar dengan darahNya sendiri. Firman Allah itu tidak bisa dicegah dan dihalangi, tekanan dan kelaparan, kekurangan telah berkali-kali mencoba menahan Firman, tapi tidak satupun yang berhasil menahan-Nya, bahkan kematian pun tidak sanggup menahan Firman Allah, sebab Dia hidup dan bangkit dari kematian.

Jika Firman itu begitu berkuasa dan dapat dipercaya, bahkan lebih dahsyat lagi, Firman yang begitu berkuasa dan dapat dipercaya itu menawarkan DiriNya untuk masuk dan manunggal didalam diri manusia seperti kita, mengapa banyak yang menolak Firman itu? Saya temukan bahkan ada begitu banyak orang kristen yang didalam gereja sekalipun, namun hidup menolak Firman yang begitu berkuasa. Apa buktinya saya menolak Firman yang begitu luar biasa? Buktinya sederhana, jika saya tidak percaya kepada Firman itu, maka saya sedang menolak Firman dan bukti saya tidak percaya adalah saya tidak melakukan Firman apa adanya. Terlalu banyak orang kristen tidak menghidupi atau tidak melakukan Firman Tuhan secara utuh apa adanya, dengan cara itu sebenarnya mereka telah menolak dan menyangkal Firman Tuhan yang sudah mereka kenal. Hiduplah bijaksana agar kita tidak  menolak Firman Tuhan.
 

Alasan utama mengapa manusia sulit untuk percaya dan melakukan perkataan Firman Tuhan, sekalipun sadar bahwa itu adalah Tuhan sendiri, adalah karena kita meragukan apakah Firman itu berkata benar, atau bagaimana setelah kita lakukan, ternyata perkataan Firman itu membuat kita terjebak dalam kemerosotan atau kejatuhan yang fatal? Perhatikan ayat 11, nama lain dari Tuhan adalah "Yang Setia dan Yang Benar", Tuhan sendiri menyatakan  sifat atau karakterNya melalui namaNya, yaitu SETIA dan BENAR. Jika Dia menyatakan sesuatu lewat firmanNya, maka perkataan itu pasti benar, sebab karakterNya  yang terungkap dalam namaNya adalah BENAR!!! Dan jika Dia menyatakan atau memerintahkan kita lewat FirmanNya, maka pasti Dia akan membela FirmanNya sendiri, Dia akan selalu berpihak kepada FirmanNya sebab karakterNya adalah SETIA.

Jika Tuhan sampai menyebut DiriNya dengan nama "Yang Setia dan Benar", Mungkinkah ada kebohongan atau kesalahan padaNya? Mungkinkah Tuhan melakukan kekeliruan? Oleh sebab namaNya disebut yang SETIA, mungkinkah Dia meninggalkan kita saat  dimana kita paling membutuhkanNya? Mungkinkah Dia mengingkari janjiNya sendiri? Jika kita sadar bahwa tidak mungkin ada penghianatan dan ketidakadilan didalam Firman, masihkah kita akan meragukan Firman Tuhan? Tidakkah sepantasnya kita mulai membiasakan diri untuk melakukan semua kebenaran Firman Tuhan yang sudah kita baca, kita dengar, dan kita alami? dulu Tuhan pernah tolong kita kali ini? Mungkin dengan cara yang berbeda, tapi Dia tetap setia dan benar, Tuhan mu akan tetap menyertaimu.

Mengingat semua janji-janji Tuhan dan karakter Dia yang telah memberi janji itu setia, maka kebenaran itu telah memberikan kelegaan dan pengharapan bagi kita. Tuhan bukan hanya mampu mebuat janji, tapi Dia itu setia kepada janji janjiNya, kadang yang sering membuat manusia patah semangat adalah menantikan waktu penggenapan janji-janji Tuhan tersebut... belajarlah untuk bersabar dan bertekun dalam menantikan janji Tuhan, sebab dalam penantian tsb, maka karakter kitalah yang pertama-tama diubahkan dan disempurnakan. Kita akan diajar untuk berharap dan bersandar hanya kepada Tuhan sendiri, maka karya Tuhan akan semakin kuat, sebab seberapa jauh kita menyerahkan kendali hidup kita kepadaNya, sedemikian jauh juga Roh Kudus bekerja merubah dan mengarahkan hidup kita. Pegang janji-JanjiNya, sebab Dia yang berjanji itu namaNya SETIA. Have a blessed day....

Perkataan Bibir yang Mencerminkan Karakter


perkataan bibir
Hidup yang kudus adalah hidup yang dipisahkan, yang berjalan sesuai dengan rencana Tuhan sendiri, bukan berdasarkan apa yang dunia lakukan, jika anak-anak Tuhan rela untuk dituntun masuk kedalam hidup yang dikuduskan, maka kita harus rela untuk di ajar hidup tidak sama atau tidak serupa seperti yang dunia kerjakan. Cara berfikir yang berbeda, dengan terus melangkah seperti yang Kristus kerjakan. Dalam hal ini, pola pandang anak-anak Tuhan akan sangat-sangat berbeda. Satu contoh, dunia bahkan agama akan beranggapan bahwa kekudusan itu ditentukan oleh 'apa yang masuk ke dalam mulut', sebaliknya  Yesus mengajarkan dan menegaskan bahwa kekudusan itu ditentukan oleh 'apa yang keluar dari dalam mulut'. Dapatkah saudara melihat perbedaan yang sangat mendasar ini? Dunia dan agama mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, kapan harus makan apa dan bagaimana... semua itu dianggap akan membawa kekudusan bagi pribadi tsb, sekalipun semua itu baik, tapi itu tidak akan membawa pengudusan bagi hidup kita.

Pengudusan yang Tuhan kerjakan didalam diri orang percaya dimulai dari hati orang tsb, dari dalam kemudian tumpah atau termanifestasi keluar, bukan dari luar masuk kedalam. Namun perkataan atau buah bibir kita seharusnya akan menjadi satu barometer atau satu petunjuk yang akurat akan isi hati kita. Kitab Yakobus 3:2 mengatakan : "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. " kesempurnaan satu pribadi ditunjukan oleh perkataan bibirnya. Kita mungkin saja bisa bersandiwara untuk sementara waktu atau untuk saat-saat tertentu, tapi kita tidak mungkin dapat bersandiwara selamanya. Satu kali, apa yang ada didalam hati kita, isi karakter kita akan tumpah melalui perkataan bibir kita, entah itu perkataan kotor atau najis, entah itu perkataan dolak dalik atau kebohongan, atau bahkan perkataan penyesatan atau fitnahan yang sangat jahat, itu hanyalah sekedar luapan dari dalam hati orang tersebut.

Agama dan dunia berusaha untuk mendatangkan 'rasa nyaman' tanpa pernah menangani masalah yang sesungguhnya. Ketika kita sakit, yang paling mudah adalah makan 'obat penghalang rasa nyeri atau pain killer', tapi apakah obat pain killer bisa mengobati rasa sakit sebenarnya? Justru kebalikannya, pain killer akan membuat tubuh menjadi tidak peka terhadap rasa sakit, dan bahkan akan menambah sakit penyakit lain kedalam tubuh kita. Ketika kita susah dan kehilangan damai sejahtera, dunia akan menawarkan serentetan hiburan yang akan membuat kita lupa untuk sementara waktu, namun akhirnya kita menjadi sangat tidak mampu untuk berdiri teguh dalam menghadapi masalah-masalah di hidup ini, bukankah itu yang narkoba, perjudian, pelacuran dan alkohol tawarkan? Apakah semua itu dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi? Sama sekali tidak!  Justru semua itu aka menambah beban dan masalah baru. Itulah bedanya solusi duniawi dengan solusi Firman Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan untuk menangani bagian dalam, isi karakter orang tersebut, kemudian setelah karakternya, manusia batiniahnya dipulihkan, maka aliran yang keluar dari padanya seperti perkataan, sikap, tindakan, dll, semua itu akan mencerminkan isi yang sesungguhnya.

Berjalanlah untuk berjalan didalam tuntunan rencana Tuhan yang ajaib, siap sedialah untuk selalu dengan rendah hati menerima Teguran Tuhan, ketika Tuhan tunjukan kepada kita betapa masih ada 'nada nada sumbang, kebohongan, atau mungkin bau busuk' yang keluar dari perkataan bibir kita. Jika kita mau selalu dengan jujur dan rendah hati melihat atau bercermin kepada diri kita sendiri, lalu membawa semua kekurangan-kekurangan tersebut dibawah kaki Tuhan, maka Tabib yang Ajaib itu mampu memberi kita hati yang baru, yang murni dan berkenan kepada-Nya, sehingga kita dapat dipakai untuk memuliakan nama Tuhan. Cara seperti ini adalah dengan mengajak dan meminta orang lain, sahabat, soul-mates untuk mengoreksi kita. Untuk menegur kita dengan jujur ketika mereka melihat dan menemukan perkataan sumbang dan bau busuk keluar dari bibir kita. Sebab seringkali kita tidak mampu mengoreksi diri kita sendiri, biarkan Tuhan dan orang lain yang mengoreksi kita maupun perkataan bibir kita.

Jangan Sombong, Hiduplah dengan Rendah Hati

Jangan sombong, Hiduplah dengan rendah hati - Sama seperti dalam peperangan jasmani, musuh penyesatan atau dosa yang sangat fatal itu adalah musuh yang kita sadari. Adakah musuh yang menyerang kita dan tidak pernah kita sadari? Adakah dosa didalam diri kita namun tidak kita sadari? Itulah dosa 'keangkuhan', Berbeda dengan dosa-dosa yang lain, dosa keangkuhan itu sering jarang dapat dideteksi, Dosa perselingkuhan mudah terlihat, pendirian, pembunuhan, dll semua mudah terdeteksi dan pelakunyapun tahu persis bahwa dia sudah jatuh kedalam dosa, Namun dosa kesombongan sering bahkan tidak disadari oleh pelakunya sendiri. Kita sering tidak sadar bahwa kita angkuh atau sombong, seringkali bahkan orang lain  yang lebih peka daripada diri kita sendiri. Daud sampai harus bergumul untuk minta pertolongan Tuhan agar dia dibebaskan dari dosa yang tidak dia sadari itu, sebab keangkuhan akan terasa seperti biasa saja setelah sekian lama mencengkram hati kita.

Tuhan tahu perkara yang terselubung, yang tidak terlihat atau terdeteksi sekaligus hal lain yang sering menjadi 'dosa terselubung' yang sering tidak kita sadari adalah niat busuk atau motivasi yang keliru. Sering bahkan kita sendiri tidak sadar akan motivasi terselubung yang ada dihati kita. Daud di dalam satu Mazmurnya berkata demikian: Mazmur 44:20-21 "Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!'' Menadahkan tangan seperti yang Daud katakan adalah sikap meminta berkat atau meminta pertolongan. Tanpa disadarinya, Daud merasakan ada waktu dimana dia juga kadang bisa atau sempat 'menadahkan tangan ke allah lain', dan itu diakuinya sebagai tindakan melupakan Allah yang benar, itulah dosa terselubung yang Daud sendiri akui, sekalipun kadang tidak dia sadari. Kita memerlukan koreksi dan teguran Tuhan untuk mengungkapkan motivasi-motivasi yang salah.

Musuh yang tidak terlihat(kesombongan) adalah sama seperti yang tidak kita sadari. Kita memerlukan bantuan orang lain untuk menyadarkan diri kita sendiri. Berkali- kali Daud jatuh ke dalam dosa-dosa ini, ketika dia berzinah dengan Betsyeba dan membunuh suaminya, dimana hati nurani Daud? Tidakkah dia sadar bahwa perbuatannya seperti itu adalah dosa yang jahat? Daud baru sadar ketika Nabi Nathan datang dan menegurnya dengan tegas. Ketika keangkuhannya untuk berbangga akan jumlah tentarnya yang besr dan dahsyat, tidakkah Daud sadar bahwa itu adalah dosa yang meragukan dan meremehkan Tuhan? Daud hanya sadar ketika nabi Gad dan Yoab panglimanya menegur dia akan keangkuhan yang terkandung di hatinya. Daud terhindar dari begitu banyak dosa yang tidak ia sadari, sebab dia dikelilingi oleh orang-orang yang takut akan Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang berani dengan tegas dan terang-terangan menegur dia, juga karena Daud memelihara hati yang rendah, yang rela ditegur, sehingga teguran-teguran tersebut menjadi seperti cangkul yang mencungkil bongkahan-bongkahan batu dan kerikil yang tersembunyi  didalam tanah, agar tanah itu siap ditanami.

Jangan sombong, hiduplah dengan rendah hati
Kita membutuhkan orang lain untuk menyadarkan kita akan hal-hal yang tidak kita sadari, Namun seringkali kekerasan hati kitalah yang menahan suara teguran yang Tuhan nyatakan lewat berbagai perkara atau melalui orang lain, Seringkali sebaliknya, hati yang keras tidak akan sadar, atau jika sudah sadar sekalipun, seringkali sudah terlalu terlambat. Sebelum Nebukadnezar jatuh dan dicampakan, Tuhan sudah terlebih dahulu memberikan mimpi kepadanya yang tujuan nya sebagai peringatan akan keangkuhan hatinya, bahkan Daniel sudah memperingatkan dia kan hal tersebut untuk jangan sampai hal tersebut seperti yang dimimpikan terjadi kepadanya... Namun Nebukadnezar mengabaikan semua nasehat dan peringatan tersebut, sehingga dia pada akhirnya harus direndahkan sedemikian rupa. Ketika Tuhan mengingatkan Nebukadnezar, kemudian Daniel mengingatkan dia kembali, kekerasan hati lah yang pada akhirnya menghancurkan dia. Doa seperti pemazmur yang berkata 'Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari...' hanya akan menjadi kenyataan jika hati kita lembut, mau diarahkan oleh suara atau tangan Tuhan melalui hidup orang lain.

Pandanglah Wajah Tuhan kita Setiap Hari

memandang wajah tuhanPandanglah wajah Tuhan kita setiap hari - Coba Perhatikan kesaksian Daud sekali lagi, didalam kebenaran Daud memandang wajah Tuhan, dan hal itu telah memuaskan hati Daud. Namun jika kita sendiri berkata sungguh-sungguh, bukankah Tuhan sendiri berkata didalam FirmanNya kepada Musa di dalam Keluaran 33:20 bahwa : "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, Sebab tidak ada orang memandang Aku dapat hidup." Jadi bagaimana mungkin Daud dapat memandang wajah Allah dan menjadi puas, bahkan seharusnya untuk tetap hidup saja tidak mungkin setelah memandang wajah Tuhan seperti yang Tuhan katakan kepada Musa, 'tidak seorangpun yang dapat memandang wajah Tuhan dan tetap hidup...' Inilah bagian dari sifat-sifat kedagingan kita yang akan mati ketika kita memandang wajah Tuhan. Tidak akan mungkin keduanya akan berjalan bersamaan, 'tetap melihat wajah Tuhan' dan 'tetap hidup sikap kedagingan', pasti salah satu hanya dibuat seolah-olah demikian atau biasa kita kenal dengan sebutan 'sandiwara'. Sebab jika kita sungguh-sungguh memandang wajah Allah, sifat-sifat kedagingan itu akan gugur dan mati!

tapi bagaimana manusia seperti juga Daud dapat dengan terus-menerus memandang wajah Tuhan dan dipuaskan? Kapan Daud 'turun naik' ke surga untuk memandang wajah Tuhan? Coba perhatikan ayat ini: Kisah Para Rasul 17:11 "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima Firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian..." Apa yang terjadi dengan orang-orang Yahudi di Berea? Kenapa hati mereka 'lebih baik' dari pada orang Yahudi di Tesalonika? Jawabannya adalah karena menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dengan rela hati. Bukankah Yoh 1:1 berkata "...Pada mulanya adalah Firman itu adalah Allah". Ternyata rahasianya adalah dengan menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dengan hati yang rela, kita sedang memandang wajah Tuhan yang adalah Firman itu sendiri, dan hal itulah yang membuat sifat-sifat kedagingan kita merosot dan mati, itu jugalah yang dilakukan Daud, bukankah Mazmur Daud berkata "Hatiku mengikuti firman-Mu . "Carilah wajah-Ku", maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN..." (Mazmur 27:8)

Inilah rahasia perubahan karakter yang dapat terjadi didalam diri seseorang, sifat-sifat kedagingan akan dibuat tidak berdaya dan mati ketika kita rela dengan tekun membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, itulah cara kita memandang wajah Allah, sebab adakah kita memiliki waktu-waktu yang khusus dan tetap untuk menyelidiki dan merenungkan Firman Tuhan? Kemudian adakah hati kita dengan rela menerima kebenaran Firman Tuhan txb? Sebab didalam Firman-Nya ada pengajaran, ada teguran, ada kasih mesra, ada penghiburan dan kekuataan..., jika hatimu dan hatiku haus akan kebenaran Firman Tuhan tersebut. jika hati kita rela menerima isi kebenaran Firman Tuhan tersebut, maka kebenaran Firman Tuhan akan mengajarkan kita hal-hal yang harus kita tinggalkan, kebiasaan-kebiasaan lama yang harus kita tinggalkan, memberikan kekuataan untuk dapat melakukannya, bangkit kembali ketika kita jatuh dan menghibur ketika kita susah. Relakan hatimu untuk menerima kebenaran Firman-Nya dan lembutkan hatimu ketika teguran-Nya melalui Firman-Nya engkau terima.
 

Daud memberikan satu pelajaran yang sangat berharga buat semua anak-anak Tuhan tentang posisi dan keadaan hati manusia, perhatikan sekali lagi, yang membuat Daud puas adalah ketika dia bangun setelah semalaman memandang wajah Tuhan, setelah semalaman hati dan pikirannya merenungkan kebenaran Firman Tuhan, dan itulah yang membuat Daud puas pada pagi hari. Tidak ada satupun didunia yang dapat memberikan kepuasan kepada hati manusia, kekayaan tidak akan memuaskan hati manusia. John D Rockfeller, orang paling kaya di America pada jalannya, ketika ditanya seorang wartawan, berapa banyak uang lagi yang engkau inginkan sampai engkau merasa cukup? lalu Jawabnya, 'just a little bit more... Sedikit lagi saja...' Bagaimana kalau sudah bertambah sedikit? Rockefeller akan sekali lagi berkata: 'sedikit lagi...'  Manusia tidak akan pernah puas , berapapun banyaknya yang engkau miliki, kita tidak akan pernah dipuaskan dengan semua hal itu. Kekayaan juga tidak akan pernah memuaskan kita, hanya Tuhan sendirila yang dapat memuaskan kita, itulah kesaksian Daud, "...pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan ruap-Mu...".

Siapakah yang tau isi hati manusia?

hati manusia
Siapakah yang tau isi hati manusia? - Jika kita mau memahami kemampuan yang terdapat di dalam satu alat mesin, maka kita harus bertanya kepada sang Penciptanya atau membaca buku manualnya. Bagaimana dengan manusia? Satu-satunya pribadi yang dapat melukiskan keberadaan manusia sedemikian akurat nya adalah Tuhan yang menyatakan diri-Nya melalui Alkitab, yang kita kenal didalam Kristus Yesus Tuhan ita. Kepada Yeremia Tuhan melukis kan keberadaan hati kita sedemikian sempurnanya, New Living Trasnlation mengatakan demikian: "The Human Heart is the most deceitful of all things, and desperately wicked.  Who really knows how bad it is? But I, the lord, Hati manusia adalah yang paling licik diantara segalanya, betapa jahatnya. Siapakah yang benar-benar tau betapa busuknya hati manusia, kecuali Aku Tuhan..." (Yer 17:9-10a). Inilah sumber permasalahan yang terjadi diseluruh dunia dan yang membuat kekacauan yang begitu besarnya. Kapan terakhir kali engkau menengok isi hatimu sendiri?

Sejahat-jahatnya binatang buas, dia hanya akan membunuh jenis lainnya hanya untuk bisa bertahan hidup, untuk makan, atau jika binatang sampai membunuh sesama jenisnya, dia melakukan hal tersebut untuk mempertahankan wilayah teritorinya, dan itupun terjadi diantara satu atau dua ekor saja. Satu orang anak manusia mampu membunuh dan mendatangkan malapetaka bagi ribuan bahkan jutaan demi memenuhi egonya sendiri seperti Joseph Stallin, Adolf Hitler atau demi ideology seperti sekarang banyak kita dengar dimana-mana. Dengan kata lain, persis seperti yang Firman Tuhan katakan di Yeremia 17:9-10, hati manusia begitu busuknya dan didalamnya tidak seorangpun dapat mengetahuinya kecuali Tuhan sendiri. Segala sesuatu yang manusia lakukan tanpa Tuhan adalah tindakan untuk menutup-nutupi kedegilan dan kebusukan hati. Kegiatan social tanpa Tuhan hanyalah berkutik di area 'nama baik' atau maksimal 'perasaan belaka'. Ritual-ritual agamawi tanpa Tuhan hanyalah sandiwara agar terlihat baik dan terhormat. Hati manusia memerlukan solusi yang sesungguhnya, dan hanya Tuhan sendiri yang mampu mengatasinya, bawalah hati kita kepada Dia.

Sekarang kita fokus kepada apa yang membuat Tuhan begitu kecewa bahkan menyesal telah menciptakan manusia pada jaman Nuh, coba perhatikan ayat-ayat diatas, dimata Tuhan, 'segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata, dan itulah yang memilukan atau mendukakan hati Tuhan. Sehingga pada jaman Nuh, Tuhan terpaksa harus membinasakan seluruh umat manusia kecuali Nuh dan keluarganya. Inilah yang harus kita perhatikan tanpa campur tangan Tuhan, tanpa diserahkan kepada Tuhan untuk dikuasai dan dipimpin oleh Tuhan sendiri, hati setiap manusia adalah busuk dan condong untuk membuahkan kejahatan semata-mata. Kejahatan yang dapat ditimbulkan oleh hati manusia begitu dahsyatnya sampai dapat membawa kehancuran bagi bumi. Pembantaian massal, pelecehan seksual, menggumbar nafsu sex yang jahat dan menjijikan, penghancuran lingkungan, peniksaan dan segala jenis kejahatan lainnya, tidak pernah dilakukan oleh satu makhluk sekalipun kecuali manusia. Itulah sebabnya, hati kita perlu diserahkan kepada Tuhan yang menciptakan kita. baca juga: Kerelaan hati untuk dibentuk

Sekarang kita mengerti apa yang mendukakan hati Tuhan, ketika Dia melihat isi hati manusia yang tanpa Tuhan, maka kecenderungannya adalah membuahkan kejahatan semata-mata. Bagiamana kita dapat menyuka kan Dia? Inilah juga yang dilakukan oleh Yeremia, coba perhatikan doanya: Yeremia 11:20 "Tetapi, Tuhan semesata alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mu lah kuserahkan perkara kedegilan dan kebusukan, Yeremia memilih untuk  membawa perkara yang dia hadapi kepada Tuhan, dia memilih untuk menyerahkan dan membiarkan Tuhan yang menentukan dan mengambil keputusan atas semua perkaranya. Dengan kata lain, Yeremia melatih dirinya sendiri untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan 'apa kata hati nya' tapi berdasar kan 'apa kata Firman Tuhan' Itulah hikmat yang Yeremia kerjakan yang juga menjadi pembelajaran berharga bagi kita.

Jangan sekedar mengucapkan doa tapi berdoa lah

berdoa
Jangan sekedar mengucapkan doa tapi berdoa lah - John Lake berkata satu ketika : "Terdapat perbedaan yang sangat jauh antara 'BERDOA' dan 'MENGUCAPKAN DOA'. Coba renungkan sebentar hal tersebut, sadarkah kita bahwa mungkin selama ini kita terjebak didalam kejenuhan dan kebosanan untuk berdoa karena kita sekedar 'mengucapkan doa'. Agama akan mengajarkan kita untuk 'mengucapkan doa' itu sebabnya hal tersebut harus dilakukan dengan cara tertentu, dengan metode dan bahasa tertentu. Sebaliknya iman percaya seseorang akan mengajarkan untuk 'berdoa' bukan sekedar 'mengucapkan doa'. Berdoa melibatkan keseluruhan hidup manusia, yaitu roh, jiwa dan penyembahan akan Tuhan, sebaliknya 'mengucapkan doa' dapat dilakukan sekedar oleh tubuh manusia, dimana kita sering menjadi lemah.

Selama ini saya berpikir murid-murid Tuhan memohon agar diajarkan cara bagaimana berdoa..., sehingga Tuhan Yesus mulai mengajarkan murid-muridnya dengan "Doa Bapa Kami",... Bukan demikian! Coba perhatikan kembali ayat lukas  11:1 murid-murid tidak berseru :"Tuhan ajarkan kami cara berdoa..." tapi mereka berseru : '"Tuhan ajarkan kami berdoa..." Methoda, posisi, tempat, tata krama berdoa itu tidak penting yang terpenting adalah hati yang siap untuk memulai berdoa, itulah perbedaan agamawi dan rohani. Adakah engkau ingin dan rindu untuk berdoa? Mulailah ambil keputusan untuk berdoa... Saran saya adalah, bangun pagi-pagi, sebelum melakukan apapun, mulailah berlutut dihadapan Bapa Surgawi dan bersyukur kepadaNya untuk segala sesuatu, bahkan untuk hal-hal yang belum terjadi sekalipun.

Ketika seorang mulai berdoa dan memuliakan Tuhan, apakah berarti Tuhan menjadi lebih besar? Tidak demikian, tapi yang pasti kita menjadi lebih sadar bahwa kita sangat kecil dan perlu Tuhan. Kerendahan hati kita mulai dibentuk ketika kita mulai berlutut dan berdoa. Kita mulai mengajar diri sendiri bahwa kita perlu Tuhan, Inilah rahasia kekuatan setiap anak-anak Tuhan, ketika kita secara sadar dan dengan disiplin untuk mencari wajah pertama-tama setiap hari-hari kita. itulah sebenarnya jeritan hati seorang murid yang berkata demikian: "Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Sebab jika engkau betul seorang murid Kristus, maka engkau akan dengan rela berlutut untuk mulai berdoa.

Berdoa tidak membuat Tuhan menjadi lebih besar atau lebih berkuasa, karena Dia memang maha kuasa, tapi berdoa akan mengajarkan kita untuk merendahkan hati kita untuk menyatakan kebesaran Tuhan dan mengakui keterbatasan diri sendiri. Berdoa menuntun kita untuk selalu berkata "aku perlu Tuhan" atau bagi yang menerima semua kebaikan atau tekanan hidup untuk tetap berkata: "semua ada karena Tuhan..." itu sebabnya doa yang paling berkenan adalah "pengurapan syukur". Alkitab mengajarkan 1 Tesalonika 5 :18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Mulailah tiap-tiap pagi berdoa dengan sekedar mengucapkan syukur... just say thank you Jesus...

Belajar Bertekun dan Mengembangkan Kapasitas

Belajar bertekun dan mengembangkan kapasitas - Kita sudah belajar dari firman Tuhan bahwa persiapan itu ternyata sangat penting. Dalam arti yang sangat nyata, persiapan bagi orang percaya diawali dengan doa yang merendahkan diri dihadapan Tuhan, namun juga akan mengajar dan menuntun orang percaya untuk mengatur strategi, menggunakan pikiran yang Tuhan berikan, mempersiapkan diri. Bagi anak-anak muda, para pelajar, persiapan selain berdoa juga akan melatih dirimu untuk belajar sunguh-sungguh. bagi para pekerja atau pengusaha, periapan berarti mengembangkan kapasitas, belajar kembali, mengatur strategi untuk untuk bisa lebih maju. Mempersiapakan diri untuk dipakai Tuhan berarti harus dalam keadaan siap ketika kairos atau waktu Tuhan untuk memberkati dan mengangkat kita telah datang, kita ada dalam keadaan siap. Adakah kita dapat itu? Dalam keadaan siap sedia untuk menerima berkat Tuhan?

Persiapan akan menuntun dan mengajar kita untuk mengembangkan kapasitas kita. Belajar formal maupun tidak formal adalah salah satu cara mengembangkan kapasitas yang paling nyata. Alkitab mengajarkan: "Lapangkanlah tempat kemah mu, dan bentangkanlah tanda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya: panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! sebab engkau akan mengembang ke kanan dan kekiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi." (Yesaya 54:2-3). Perhatikan sekali lagi, sebelum janji untuk mengembang kekanan dan kekiri dinyatakan, Israel dituntut untuk melapangkan tempat kemahnya, memanjangkan tali-tali kemahnya, dan memperkokoh patok patoknya, itulah pengembangan kapastas sebelum berkembang kekanan dan kekiri.

Setiap pribadi dari kita pasti rindu untuk menerima berkat untuk berkembang, bertambah-tambah dan bertumbuh, tapi coba jujur kepada diri sendiri, adakah kapasitas kita juga bertumbuh? Adakah patok-patok atau karakter kita diperkokoh? Adakah wawasan kita diperluas? Kapan terakhir kali engkau membaca dan menyelesaikan satu buku bacaan yang berguna untuk meningkatkan kapasitasmu? Sejujurnya, sebagian besar orang tidak pernah melakukan persiapan yang perlu untuk memperluas kapasitasnya. Tidak pernah rindu untuk belajar apalagi membaca buku, tapi mereka juga rindu untuk diperluas berkat dan pengaruhnya. Ada pepatah  English Kuno yang berkata " kehendak untuk menang tidak berarti apa-apa, sebab semua orang pasti ingin menang, tapi kehendak untuk MEMPERSIAPKAN kemenangan, itulah yang membuat perbedaan."

Persiapan yang ditindaklanjuti dengan melangkahkan kaki, atau bertindak untuk mengerjakannya adalah sama seperti kapal layar yang  siap untuk menerima angin untuk berlayar, kapal layar hanya mampu berlayar karena digerakan oleh angin yang meniupnya, namun jika layar itu sendiri tidak dikembangkan, bagaimana mungkin angin yang bertiup bisa digunakan untuk menggerakan kapal tersebut untuk berlayar? Itulah alasan mengapa ketika datang kesempatan yang Tuhan kerjakan dalam satu kota atau satu bangsa, ada yang mengalami kelimpahan dan ada yang tidak. Ketika badai besar datang, ada kapal yang di buat terbalik, ada yang diangkat tinggi, lebih tinggi dari badai itu sendiri. Dimana perbedaannya? Apakah Tuhan pilih kasih? Atau mungkin kita sendiri yang tidak pernah memiliki persiapan untuk menerima kesempatan yang Tuhan buat?

Pastikan mulai sekarang tiap-tiap kita melatih diri kita sendiri untuk mempersiapkan "gelombang besar" yang akan Tuhan tetapkan terjadi melawat hidup  kita, dan ketika gelombang lawatan itu datang, kita dalam keadaan siap untuk menerima berkat, menerima kesempatan, menerima kemurahan Tuhan tersebut sama seperti lima anak dara yang bijaksana, yang mempersiapkan minyak cadangan sambil menunggu mempelai pria, yaitu Kristus sendiri, belajar lagi, bekerja lebih sungguh-sungguh lagi, belajar bertekun dan mengembangkan kapasitas, satu kali nanti, pada saat yang tidak disangka-sangka, engkau akan melihat , "it,s pay day someday..." "Ada hari pembayaran upah satu kali nanti" Jesus Love You

Translate


Popular Posts

Powered by Blogger.