Takut Akan Tuhan Tidak Akan Kekurangan

Takut akan Tuhan tidak akan kekurangan - Sedemikian berkuasakah rasa ''takut akan Tuhan'' sehingga membuat orang-orang yang demikian tidak berkekurangan sesuatu yang baik, bahkan sekalipun singa-singa muda, kekuataan para saingan yang gagah perkasa, yang jauh lebih berpotensi, lebih cekatan ada disekeliling kita, namun Firman Tuhan mengatakan orang yang takut akan Dia tak berkekurangan. Hidup kita, keberhasilan kita tidak ditentukan oleh betapa besar atau kecilnya persaingan, atau betapa hebatnya orang lain, namun ditentukan oleh perkenanan Tuhan atas kita. Hari ini kita melihat bahwa perkenanan Tuhan ada pada orang yang takut akan Dia, itu sebabnya janji-Nya bagi mereka adalah tidak akan kekurangan sesuatu yang baik.

takut akan tuhan tidak akan kekurangan

Bagaimana mungkin hanya dengan takut akan Tuhan, maka kita tidak akan kekurangan sesuatu yang baik? Takut akan Tuhan berarti kita berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, dan jika memang sungguh-sungguh berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, dan jika memang sungguh-sungguh berjalan sesuai Firman Tuhan, maka Dia terikat sumpah setia dengan kita, dan Dia tidak akan pernah mampu untuk tidak setia kepada janji-janji Nya, itu sebabnya ketaatan mendatangkan berkat Tuhan. Ketaatan kita, tunduk sepenuhnya kepada Firman Tuhan membuka pintu-pintu rencana agung Allah didalam hidup kita, itulah hidup didalam takut akan Tuhan, dan hal itu cukup untuk bertahan didalam masa-masa sukar sekalipun, sebab pemeliharaan Tuhan akan terjadi didalam hidup kita.

Sama seperti janji Tuhan kepada Daud di Mazmur 15, bahwa yang boleh menumpang di dalam kemahnya Tuhan adalah dia yang berlaku tidak bercela, yang tidak berkata-kata dusta, yang bersih tingkah lakunya, dialah orang yang juga disebut orang yang takut akan Tuhan. Jika demikian, benarlah jika dikatakan bahwa oleh mazmur 34;9-10 bahwa orang yang takut akan Tuhan tidak akan berkekurangan, sebab sama seperti janji Tuhan di Mazmur 15, orang yang takut akan Tuhan lah yang boleh menumpang didalam kemah-Nya. Jika kita ada didalam kemahnya Tuhan, mungkinkah ada kekurangan disitu? Bukankah Dia yang diam dikemah-Nya itu adalah Jehovah Jireh, Allah yang mencukupi kebutuhanmu! Janji akan penyertaan yang sempurna atas umat yang takut akan Allah dan orang-orangnya yang kudus, terus dinyatakan Allah kepada umat-Nya.

Salah satu pewahyuan dari nama Allah yang tertulis didalam Yehezkiel 48:35, ''...Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DISITU. Dalam bahasa asli dikatakan Jehovah Shammah. Bagaimana mungkin kota yang mengenal Allah-Nya sebagai Jehovah Shammah atau Allah hadir disitu dapat mengalami kelaparan, kemiskinan, kekeringan dan kematian? Hal ini jugalah yang menyebabkan pemazmur dalam Mazmur 15 menyatakan bahwa bagi orang-orang pilihan Allah yang mempunyai roh takut akan Tuhanlah yang dapat menumpang didalam kemah-Nya. Bagaimana dengan hidup kita? sehingga Tuhan hadir disitu, dan Janji-Nya terjadi atas kita secara sempurna  hari lepas hari? Firman Tuhan, ''Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.'' Matius 6:33

Have a blessed day. GBU

Tetaplah Setia Melakukan Kebenaran

Tetaplah setia melakukan kebenaran - Banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan, tapi tidak semua kebaikan itu kebenaran. agama pada umumnya mengajarkan manusia berbuat baik, tapi bukan saja agama, kebudayaan yang tidak bertuhan pun mengajarkan untuk saling berbuat baik. sebaliknya untuk memahami secara pasti apakah kita sedang berjalan menuju Tuhan yang adalah terang itu sendiri, kita tidak bisa melihat tindakan atau perbuatan kita. Coba perhatikan penggalan ayat ini . ''tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang,..'' Tanda yang nyata bahwa kita sedang berjalan didalam rancangan atau jalan-Nya Tuhan adalah jika kita melakukan yang benar, bukan sekedar yang baik. Tuhan memiliki tujuan dalam semua tindakan kebenaran tersebut, yaitu supaya menjadi kesaksian tentang siapa Tuhan yang kita sembah.

kebenaran

Para ayah, mungkinkah kita mematahkan tangan dan kaki anak kandung kita sendiri?... ketika seorang ayah sengaja untuk menjerumuskan dirinya ke dalam perselingkuhan, sebenarnya bukan hanya kaki dan tangan anak kita yang kita patahkan, hidup dan masa depan mereka yang sedang kita hancurkan... Para ibu, tegakah engkau membiarkan anakmu dijemur kepanasan atau kedinginan sepanjang malam? Tapi ketika langkahmu berjalan menuju perzinahan, engkau sedang mengkhianati anak-anak darah dagingmu sendiri dan meludahi Tuhanmu... Banyak dorongan dan alasan kenapa perzinahan dan perselingkuhan terkesan manis dan menyenangkan, bahkan masuk akal, namun sesungguhnya itulah dosa yang sangat menyakitkan. Sebaliknya, ''lakukanlah yang benar'', sebab itulah yang menyenangkan hati Tuhan.

Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kita diselamatkan oleh hasil kerja kita, sebab semua itu adalah ''anugrah Tuhan'', bukan karena apa yang kita kerjakan atau lakukan. Namun Alkitab secara jelas menyatakan bahwa apa yang kita lakukan itu menunjukan kearah mana langkah dan tujuan hidup kita sebenarnya. Orang yang dikuasai kedagingannya, tindak tanduknya, perseteruan, sebab memang dirinya sendirilah tuhan bagi orang tersebut. Dia sedang menjalani pelayan atas kedagingannya sendiri. Sebaliknya jika kita hidup diwarnai ''kebenaran'', sesungguhnya Kristuslah tujuan dan arah hidup kita, sebab Kristus sendiri adalah kebenaran (Yoh 14:6), dan kita sedang datang kepada terang, yang adalah Kristus sendiri.

Tetaplah Setia Melakukan kebenaran
Hidup untuk mengerjakan apa yang benar, membutuhkan ketaatan dan kerelaan. Melakukan kebenaran sering kali akan mengalami banyak tantangan dan bahkan kerugian. ketika kita bersalah, akan jauh lebih nyaman untuk memberikan alasan dan argumentasi kenapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Kebenaran sebaliknya akan menuntut kita untuk mengakui kesalahan, namun hal itu menyita perasaan dan membutuhkan kerendahan hati. Banyak perkara jika kita mencoba untuk merasionalisasikannya dengan pikiran kita sendiri, maka akan tampak masuk akal dan wajar untuk kita lakukan, tapi itu bukan kebenaran. Sebaliknya untuk melakukan kebenaran, dibutuhkan ketaatan total sebab jika tidak demikian, kita akan menemukan begitu banyak pilihan lain untuk kita kerjakan yang seakan lebih menguntungkan dan lebih baik.

Kita mengerti bahwa semua yang Yesus lakukan adalah melakukan kebenaran, sebab Dia mengikuti semua yang Bapa nyatakan kepada-Nya. Ketika Yesus berjalan mengerjakan apa yang benar, langkah-Nya sedang menuju kepada Bapa. Dia sendiri menyatakan rahasia ini:..Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.Sebab aku pergi kepada Bapa;'' (Yohanes 14:12). Jika kita bandingkan perkataan Yesus ini di yoh 14:12, bukankah itu persis seperti yang Yoh 3:21. Hanya dengan melakukan yang benarlah seseorang dapat dikatakan secara pasti bahwa dia sedang menuju Tuhan. Adakah engkau berjalan menuju surga atau sebaliknya? Jika menuju surga, pasti langkah hidupmu sedang mengerjakan yang benar.

Translate


Popular Posts

Powered by Blogger.