Home » , , » Belajar Bertekun dan Mengembangkan Kapasitas

Belajar Bertekun dan Mengembangkan Kapasitas

Belajar bertekun dan mengembangkan kapasitas - Kita sudah belajar dari firman Tuhan bahwa persiapan itu ternyata sangat penting. Dalam arti yang sangat nyata, persiapan bagi orang percaya diawali dengan doa yang merendahkan diri dihadapan Tuhan, namun juga akan mengajar dan menuntun orang percaya untuk mengatur strategi, menggunakan pikiran yang Tuhan berikan, mempersiapkan diri. Bagi anak-anak muda, para pelajar, persiapan selain berdoa juga akan melatih dirimu untuk belajar sunguh-sungguh. bagi para pekerja atau pengusaha, periapan berarti mengembangkan kapasitas, belajar kembali, mengatur strategi untuk untuk bisa lebih maju. Mempersiapakan diri untuk dipakai Tuhan berarti harus dalam keadaan siap ketika kairos atau waktu Tuhan untuk memberkati dan mengangkat kita telah datang, kita ada dalam keadaan siap. Adakah kita dapat itu? Dalam keadaan siap sedia untuk menerima berkat Tuhan?

Persiapan akan menuntun dan mengajar kita untuk mengembangkan kapasitas kita. Belajar formal maupun tidak formal adalah salah satu cara mengembangkan kapasitas yang paling nyata. Alkitab mengajarkan: "Lapangkanlah tempat kemah mu, dan bentangkanlah tanda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya: panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! sebab engkau akan mengembang ke kanan dan kekiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi." (Yesaya 54:2-3). Perhatikan sekali lagi, sebelum janji untuk mengembang kekanan dan kekiri dinyatakan, Israel dituntut untuk melapangkan tempat kemahnya, memanjangkan tali-tali kemahnya, dan memperkokoh patok patoknya, itulah pengembangan kapastas sebelum berkembang kekanan dan kekiri.

Setiap pribadi dari kita pasti rindu untuk menerima berkat untuk berkembang, bertambah-tambah dan bertumbuh, tapi coba jujur kepada diri sendiri, adakah kapasitas kita juga bertumbuh? Adakah patok-patok atau karakter kita diperkokoh? Adakah wawasan kita diperluas? Kapan terakhir kali engkau membaca dan menyelesaikan satu buku bacaan yang berguna untuk meningkatkan kapasitasmu? Sejujurnya, sebagian besar orang tidak pernah melakukan persiapan yang perlu untuk memperluas kapasitasnya. Tidak pernah rindu untuk belajar apalagi membaca buku, tapi mereka juga rindu untuk diperluas berkat dan pengaruhnya. Ada pepatah  English Kuno yang berkata " kehendak untuk menang tidak berarti apa-apa, sebab semua orang pasti ingin menang, tapi kehendak untuk MEMPERSIAPKAN kemenangan, itulah yang membuat perbedaan."

Persiapan yang ditindaklanjuti dengan melangkahkan kaki, atau bertindak untuk mengerjakannya adalah sama seperti kapal layar yang  siap untuk menerima angin untuk berlayar, kapal layar hanya mampu berlayar karena digerakan oleh angin yang meniupnya, namun jika layar itu sendiri tidak dikembangkan, bagaimana mungkin angin yang bertiup bisa digunakan untuk menggerakan kapal tersebut untuk berlayar? Itulah alasan mengapa ketika datang kesempatan yang Tuhan kerjakan dalam satu kota atau satu bangsa, ada yang mengalami kelimpahan dan ada yang tidak. Ketika badai besar datang, ada kapal yang di buat terbalik, ada yang diangkat tinggi, lebih tinggi dari badai itu sendiri. Dimana perbedaannya? Apakah Tuhan pilih kasih? Atau mungkin kita sendiri yang tidak pernah memiliki persiapan untuk menerima kesempatan yang Tuhan buat?

Pastikan mulai sekarang tiap-tiap kita melatih diri kita sendiri untuk mempersiapkan "gelombang besar" yang akan Tuhan tetapkan terjadi melawat hidup  kita, dan ketika gelombang lawatan itu datang, kita dalam keadaan siap untuk menerima berkat, menerima kesempatan, menerima kemurahan Tuhan tersebut sama seperti lima anak dara yang bijaksana, yang mempersiapkan minyak cadangan sambil menunggu mempelai pria, yaitu Kristus sendiri, belajar lagi, bekerja lebih sungguh-sungguh lagi, belajar bertekun dan mengembangkan kapasitas, satu kali nanti, pada saat yang tidak disangka-sangka, engkau akan melihat , "it,s pay day someday..." "Ada hari pembayaran upah satu kali nanti" Jesus Love You

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.