Pandanglah Wajah Tuhan kita Setiap Hari

memandang wajah tuhanPandanglah wajah Tuhan kita setiap hari - Coba Perhatikan kesaksian Daud sekali lagi, didalam kebenaran Daud memandang wajah Tuhan, dan hal itu telah memuaskan hati Daud. Namun jika kita sendiri berkata sungguh-sungguh, bukankah Tuhan sendiri berkata didalam FirmanNya kepada Musa di dalam Keluaran 33:20 bahwa : "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, Sebab tidak ada orang memandang Aku dapat hidup." Jadi bagaimana mungkin Daud dapat memandang wajah Allah dan menjadi puas, bahkan seharusnya untuk tetap hidup saja tidak mungkin setelah memandang wajah Tuhan seperti yang Tuhan katakan kepada Musa, 'tidak seorangpun yang dapat memandang wajah Tuhan dan tetap hidup...' Inilah bagian dari sifat-sifat kedagingan kita yang akan mati ketika kita memandang wajah Tuhan. Tidak akan mungkin keduanya akan berjalan bersamaan, 'tetap melihat wajah Tuhan' dan 'tetap hidup sikap kedagingan', pasti salah satu hanya dibuat seolah-olah demikian atau biasa kita kenal dengan sebutan 'sandiwara'. Sebab jika kita sungguh-sungguh memandang wajah Allah, sifat-sifat kedagingan itu akan gugur dan mati!

tapi bagaimana manusia seperti juga Daud dapat dengan terus-menerus memandang wajah Tuhan dan dipuaskan? Kapan Daud 'turun naik' ke surga untuk memandang wajah Tuhan? Coba perhatikan ayat ini: Kisah Para Rasul 17:11 "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima Firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian..." Apa yang terjadi dengan orang-orang Yahudi di Berea? Kenapa hati mereka 'lebih baik' dari pada orang Yahudi di Tesalonika? Jawabannya adalah karena menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dengan rela hati. Bukankah Yoh 1:1 berkata "...Pada mulanya adalah Firman itu adalah Allah". Ternyata rahasianya adalah dengan menyelidiki dan menerima Firman Tuhan dengan hati yang rela, kita sedang memandang wajah Tuhan yang adalah Firman itu sendiri, dan hal itulah yang membuat sifat-sifat kedagingan kita merosot dan mati, itu jugalah yang dilakukan Daud, bukankah Mazmur Daud berkata "Hatiku mengikuti firman-Mu . "Carilah wajah-Ku", maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN..." (Mazmur 27:8)

Inilah rahasia perubahan karakter yang dapat terjadi didalam diri seseorang, sifat-sifat kedagingan akan dibuat tidak berdaya dan mati ketika kita rela dengan tekun membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, itulah cara kita memandang wajah Allah, sebab adakah kita memiliki waktu-waktu yang khusus dan tetap untuk menyelidiki dan merenungkan Firman Tuhan? Kemudian adakah hati kita dengan rela menerima kebenaran Firman Tuhan txb? Sebab didalam Firman-Nya ada pengajaran, ada teguran, ada kasih mesra, ada penghiburan dan kekuataan..., jika hatimu dan hatiku haus akan kebenaran Firman Tuhan tersebut. jika hati kita rela menerima isi kebenaran Firman Tuhan tersebut, maka kebenaran Firman Tuhan akan mengajarkan kita hal-hal yang harus kita tinggalkan, kebiasaan-kebiasaan lama yang harus kita tinggalkan, memberikan kekuataan untuk dapat melakukannya, bangkit kembali ketika kita jatuh dan menghibur ketika kita susah. Relakan hatimu untuk menerima kebenaran Firman-Nya dan lembutkan hatimu ketika teguran-Nya melalui Firman-Nya engkau terima.
 

Daud memberikan satu pelajaran yang sangat berharga buat semua anak-anak Tuhan tentang posisi dan keadaan hati manusia, perhatikan sekali lagi, yang membuat Daud puas adalah ketika dia bangun setelah semalaman memandang wajah Tuhan, setelah semalaman hati dan pikirannya merenungkan kebenaran Firman Tuhan, dan itulah yang membuat Daud puas pada pagi hari. Tidak ada satupun didunia yang dapat memberikan kepuasan kepada hati manusia, kekayaan tidak akan memuaskan hati manusia. John D Rockfeller, orang paling kaya di America pada jalannya, ketika ditanya seorang wartawan, berapa banyak uang lagi yang engkau inginkan sampai engkau merasa cukup? lalu Jawabnya, 'just a little bit more... Sedikit lagi saja...' Bagaimana kalau sudah bertambah sedikit? Rockefeller akan sekali lagi berkata: 'sedikit lagi...'  Manusia tidak akan pernah puas , berapapun banyaknya yang engkau miliki, kita tidak akan pernah dipuaskan dengan semua hal itu. Kekayaan juga tidak akan pernah memuaskan kita, hanya Tuhan sendirila yang dapat memuaskan kita, itulah kesaksian Daud, "...pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan ruap-Mu...".

Jangan sekedar mengucapkan doa tapi berdoa lah

berdoa
Jangan sekedar mengucapkan doa tapi berdoa lah - John Lake berkata satu ketika : "Terdapat perbedaan yang sangat jauh antara 'BERDOA' dan 'MENGUCAPKAN DOA'. Coba renungkan sebentar hal tersebut, sadarkah kita bahwa mungkin selama ini kita terjebak didalam kejenuhan dan kebosanan untuk berdoa karena kita sekedar 'mengucapkan doa'. Agama akan mengajarkan kita untuk 'mengucapkan doa' itu sebabnya hal tersebut harus dilakukan dengan cara tertentu, dengan metode dan bahasa tertentu. Sebaliknya iman percaya seseorang akan mengajarkan untuk 'berdoa' bukan sekedar 'mengucapkan doa'. Berdoa melibatkan keseluruhan hidup manusia, yaitu roh, jiwa dan penyembahan akan Tuhan, sebaliknya 'mengucapkan doa' dapat dilakukan sekedar oleh tubuh manusia, dimana kita sering menjadi lemah.

Selama ini saya berpikir murid-murid Tuhan memohon agar diajarkan cara bagaimana berdoa..., sehingga Tuhan Yesus mulai mengajarkan murid-muridnya dengan "Doa Bapa Kami",... Bukan demikian! Coba perhatikan kembali ayat lukas  11:1 murid-murid tidak berseru :"Tuhan ajarkan kami cara berdoa..." tapi mereka berseru : '"Tuhan ajarkan kami berdoa..." Methoda, posisi, tempat, tata krama berdoa itu tidak penting yang terpenting adalah hati yang siap untuk memulai berdoa, itulah perbedaan agamawi dan rohani. Adakah engkau ingin dan rindu untuk berdoa? Mulailah ambil keputusan untuk berdoa... Saran saya adalah, bangun pagi-pagi, sebelum melakukan apapun, mulailah berlutut dihadapan Bapa Surgawi dan bersyukur kepadaNya untuk segala sesuatu, bahkan untuk hal-hal yang belum terjadi sekalipun.

Ketika seorang mulai berdoa dan memuliakan Tuhan, apakah berarti Tuhan menjadi lebih besar? Tidak demikian, tapi yang pasti kita menjadi lebih sadar bahwa kita sangat kecil dan perlu Tuhan. Kerendahan hati kita mulai dibentuk ketika kita mulai berlutut dan berdoa. Kita mulai mengajar diri sendiri bahwa kita perlu Tuhan, Inilah rahasia kekuatan setiap anak-anak Tuhan, ketika kita secara sadar dan dengan disiplin untuk mencari wajah pertama-tama setiap hari-hari kita. itulah sebenarnya jeritan hati seorang murid yang berkata demikian: "Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Sebab jika engkau betul seorang murid Kristus, maka engkau akan dengan rela berlutut untuk mulai berdoa.

Berdoa tidak membuat Tuhan menjadi lebih besar atau lebih berkuasa, karena Dia memang maha kuasa, tapi berdoa akan mengajarkan kita untuk merendahkan hati kita untuk menyatakan kebesaran Tuhan dan mengakui keterbatasan diri sendiri. Berdoa menuntun kita untuk selalu berkata "aku perlu Tuhan" atau bagi yang menerima semua kebaikan atau tekanan hidup untuk tetap berkata: "semua ada karena Tuhan..." itu sebabnya doa yang paling berkenan adalah "pengurapan syukur". Alkitab mengajarkan 1 Tesalonika 5 :18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Mulailah tiap-tiap pagi berdoa dengan sekedar mengucapkan syukur... just say thank you Jesus...

Berharga di Mata Tuhan

Berharga di mata Tuhan - Kehidupan yang semua kita jalani akan seperti mata bajak yang selalu membolak balik setiap jengkal tanah. Adalah satu kebodohan untuk menyangka bahwa kita akan terhindar dari jebakan dan cengkraman iblis. Namun lebih bodoh lagi untuk menyangka bahwa iblis bisa menang atas semua ini, Sebab Panglima kita,Yesus selalu ada ditengah-tengah pertempuran untuk memimpin dan menyertai kita. Dia tidak akan ragu-ragu untuk berkata: ''Yesus berkata kepada mereka: Pergilah! Lalu keluarlah mereka dan masuk kedalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluru kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati didalam air.'' (Matius 8:32) Tidak ada satupun yang iblis mampu lakukan yang berada diluar kedaulatan Tuhan. Tetaplah percaya. Tuhan kita hidup dan setia, Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian.

berharga di mata Tuhan

Coba perhatikan perjalanan Yesus memasuki daerah Gadara dimana orang yang dirasuki roh jahat itu berada. Dimulai dari ayat 28 dari matius 8: ''Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan 1 orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.'' (Matius 8:28). Kemudian setelah mengusir setan-setan itu, inilah yang terjadi: ''maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.'' (Matius 8:34). Bisakah saudara melihat semua itu? Yesus menyeberangi danau Galilea, dengan mengarungi angin badai yang begitu besar yang hampir-hampir menenggelamkan perahu mereka, dan semua itu dilakukan hanya untuk menyelamatkan 1 orang yang kerasukan setan! Hah, masihkah engkau berfikir Tuhan tidak peduli kepadamu?

Jika untuk 1 orang saja, seorang yang kerasukan setan, yang biasa kita kenal sebagai "orang gila" namun orang tersebut begitu berharganya bagi Yesus. Dia bahkan berlayar, menantang angin badai menuju Gadara, hanya untuk, sekali lagi, hanya untuk membebaskan orang tersebut dari cengkraman iblis. Dia bahkan tidak menyayangkan sejumlah kawanan babi untuk mati percuma hanya sekedar untuk membebaskan seorang anak Abraham dari kebinasaan! Saudara dengar itu? Bagi Dia, engkau begitu berharga bahkan lebih berharga di mata-Nya. Dia tidak terlalu sibuk untuk berlayar ke Gadara, menantang badai, membiarkan sejumlah babi untuk mati percuma, hanya untuk menyelamatkan 1 orang itulah saudara dan saya yang berharga di mata Tuhan.

Ada seorang teman hamba Tuhan yang dahulunya adalah seorang pecandu narkoba, perokok berat, namun sekarang dia dibebaskan dari ikatan ikatan dosa yang lama. Satu ketika seorang teman lamanya yang juga seorang pecandu narkoba datang kepadanya dan bertanya :"coba kamu jujur, seandainya suatu saat, kamu mengalami hari-hari yang melelahkan, semua yang kamu lakukan seakan telah gagal, dan kamu sendirian di ruang kerjamu, dan mungkin saja ada sebungkus rokok yang masih tersisa disana, apa sungguh kamu tidak akan mengulurkan tangan-mu untuk mencicipi rokok yang sudah lama tidak kamu hisap?" Lalu Hamba Tuhan itu berkata:"semua itu mungkin saja terjadi, saya mungkin gagal, bahkan saya mungkin menemukan rokok di ruang kerja saya, namun saya tidak mungkin sendirian, sebab Tuhanku tidak pernah meninggalkan saya sendirian."

 
Kepedulian Tuhan akan kita telah berulang kali dibuktikan melalui begitu banyak kisah didalam Alkitab. Tidak seorangpun, bahkan yang dianggap yang paling hina sekalipun yang akan terlewatkan dari kepedulian-Nya. Keperdulian Tuhan membuktikan kasih-Nya yang tidak terukur. Tuhan sendiri berkata" Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Meskipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." (Yesaya 49:15). Masih ragu ragukah saudara akan kasih setia Tuhan? Masih takutkah engkau untuk menjalani semua yang sedang terjadi atau ketidak pastian yang ada didepanmu? atau masihkah engkau merasa tidak berharga di mata Tuhan? Jangan takut, Tuhanmu menyertaimu. Dia peduli dan mengasihimu lebih dari segala ciptaan-Nya yang lain, penyertaan-Nya saja sudah cukup untuk memastikan engkau pasti sampai ke tujuan Tuhan.


Have a blessed day. GBU

Mulailah Dengan Firman-Nya

Mulailah dengan firman-Nya - Adakah engkau sedang membangun kebiasaan seperti bangsa Israel lakukan, yang telah diajarkan langsung oleh Sang Pencipta langit dan bumi untuk memulai tiap-tiap pagi dengan ''memungut manna'' yang turun dari Surga?Manna yang adalah makanan yang surga berikan untuk umat-Nya melambangkan persekutuan dengan Kristus melaui tubuh-Nya sendiri. Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap-tiap hari akan paling bermanfaat jika diterima tiap-tiap pagi. Sebelum kita memulai segala macam aktivitas sepanjang hari, dimana sepanjang hari itu, akan begitu banyak perkataan manusia, tindakan atau kejadian yang akan menghantam kondisi hati dan perasaan kita. itulah sebabnya kita perlu menjaga dan melindungi hati dan jiwa kita dengan perkataan Tuhan sebelum semua yang lain menghantam kita.

mulailah dengan firmannya

Firman Tuhan yang adalah perkataan Tuhan bagi hati dan jiwa kita itulah yang akan memberikan kekuatan dan penyeimbang dari semua perkataan lain yang akan diterima oleh jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak) Tanpa menerima kekuatan perkataan Tuhan sebelumnya, jiwa kita akan sangat rentan untuk hancur dan merana. Saya sering mengalami tekanan yang hampir membuat saya tawar hati atau putus asa yang saya terima melalui perkataan lain, baik perkataan yang membuat kita kecewa, berita-berita, ataupun kejadian-kejadian. Firman Tuhan itulah yang akan menjadi perisai untuk melindungi hati dan jiwa kita agar tidak terluka ketika ''tembakan'' atau panah perkataan itu kita terima sepanjang hari. Itulah yang membuat saya tetap berdiri, tetap bisa bertahan bahkan bersyukur, sekalipun menghadapi begitu banyak masalah dan tekanan, kecewa dan frustasi dengan kegagalan kita untuk menggenapi rencana Bapa didalam kita, mungkinkah karakter kita diubahkan?

Ada seorang petani yang pulang dari ladangnya dan menemukan sebutir telur yang cukup besar. dengan senang hati dibawanya pulang telur tersebut, dan sesampainya dirumah, dia teringat akan induk ayam yang dia miliki yang juga sedang bertelur dan akan segera mengerami telur-telurnya. Sang petani memutuskan untuk menitipkan telur yang baru ditemukannya itu diantara telur-telur ayamnya. Pada saatnya, telur-telur ini menetas, dan telur yang ditemukan tersebut juga menetas ternyata itu adalah telur burung rajawali. Tanpa perasaan aneh, induk ayam menerima semua anak-anaknya termasuk rajawali muda itu sebagai anaknya. Mereka bertumbuh bersama, makan bersama. Satu ketika, rajawali muda tersebut melihat kelangit, dan melihat ada burung yang gagah perkasa terbang begitu tinggi, tapi semua anak-anak ayam yang lain tidak dapat melihatnya, bahkan mengatakan bahwa itu hanyalah mimpi di siang hari bolong, dengan berkata: ''sudahlah, kita ini anak anak ayam...'' Rajawali muda itu percaya akan perkataan tersebut dan kembali makan, mematok matok, lalu satu kali mati sebagai ayam.

Mulailah dengan firman-Nya
Kembali kepada kisah anak rajawali yang sekalipun lahir sebagai rajawali, tapi karena bergaul diantara anak anak ayam, akhirnya memilih untuk hidup dan mati sebagai anak ayam. Betapa mengenaskan keadaan seperti demikian, dan sejujurnya, ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang hidup seperti demikian. Gambar diri yang sudah menjadi rusak, akibat rumah tangga yang kacau, ayah yang tidak bertanggung jawab, ibu yang tidak pernah hidup dalam ketaatan, orang tua yang tidak bisa memberi teladan ''gambar Bapa Surgawi'' bagi anak-anaknya, lingkungan pertemanan yang menjerumuskan, dll, semua itu akan merusak dan memperburuk gambar diri seseorang. Itulah sebabnya, perkataan atau bahasa Tuhan begitu penting untuk memastikan langkah-langkah kita tetap teguh dan bertujuan. Oleh karenanya, tempatkan "Perkataan Tuhan atau Firman Tuhan'' di tempat ''pada mula-nya.'' Jadi mulailah dengan firman-Nya.

Have a blessed day. GBU

Keadilan vs Kebenaran

Keadilan vs kebenaran - Warna yang terjadi di padang gurun adalah “keadilan”, sedangkan di kebun buah-buahan adalah “kebenaran”. Coba perhatikan sekali lagi,sama seperti padang gurun yang tidak akan pernah puas untuk menghisap air sebanyak apapun yang diterimanya, demikian juga hidup yang menuntut keadilan, tidak akan pernah dipuaskan. Selalu akan ada perkara yang dirasakan kurang adil atau bahkan tidak adil. Hidup yang menuntut keadilan tidak akan pernah terpuaskan, sebab didalam menuntut keadilan akan selalu ada pertentangan dan perbantahan, bahkan dendam dan usaha untuk saling melukai. Kita tidak akan pernah puas jika kita terus-menerus hidup menuntut keadilan, sampai pada satu saat, kita rela belajar untuk mengalah.

keadilan vs kebenaran

Salomo adalah seorang raja yang sangat berpengaruh dan berhikmat, ketika salomo berada pada puncak kejayaannya, dia menyatakan satu ungkapan kesedihan dan keputus-asaan yang luar biasa. Ungkapannya di lukiskan demikian: “kesia-sian belaka, kata pengkotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia… Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidak adilan, dan ditempat keadilan, di situpun terdapat ketidak adilan.” (pengkotbah 1:2 dan 3:16). Perhatikan apa kesimpulan dari pelajaran hidup seorang yang sangat berhikmat: manusia masing-masing memegang ukuran keadilan menurut pandangannya sendiri-sendiri, hal itu membuat mereka tidak pernah terpuaskan.

Sebaliknya , pada saat tuanya, Salomo menyimpulkan semua hikmat yang telah dia peroleh demikian: “Pengkotbah berusaha menuliskan kata-kata tersebut dengan kebenaran secara jujur… Akhir kata dari segala yang didengar ialah takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkotbah 12:10,13). Takut akan Tuhan dan berpegang kepada perintah-Nya, bukankah itu kebenaran yang sejati? Yesus sendiri pernah berkata: Akulah jalan Kebenaran dan hidup? Seperti itulah warna kehidupan seseorang yang sudah dipenuhi roh kudus. Kebenaran akan mewarnai seluruh aspek kehidupannya. Itulah warna Firman Tuhan yang dia pegang. 


Ketika berhadapan dengan seorang wanita yang kedapatan telah bersundal, keadilan akan berteriak: “demi Keadilan, dia harus dirajam sesuai hukum Taurat…” Sebaliknya Kebenaran akan berbisik:”…Aku tidak akan menghukummu, pulanglah dan jangan berbuat dosa lagi…” Ketika berhadapan dengan seorang yang buta sejak lahir, Keadilan akan mencari kambing hitam dengan berkata: “siapa yang berdosa?...” Sebaliknya Kebenaran akan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong sambil berkata: “semua ini terjadi supaya Kemuliaan Bapa dinyatakan didalam hidup orang ini…” Dari beberapa contoh napas keadilan vs kebenaran, coba selidiki secara jujur, apakah engkau masih hidup di padang gurun dengan nuansa keadilan atau di kebun buah-buahan dengan buahnya yaitu kebenaran?


keadilan vs kebenaran
Disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar antara Roh kudus dan Roh agamawi. Roh agamawi akan menuntut keadilan, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, sedangkan Roh Kudus akan mengajarkan kita untuk memberikan pengampunan, walaupun kita tahu orang tersebut sudah berbuat salah. Hal ini bukan berarti bahwa keadilan itu salah, namun seandainya saja Tuhan membuat standar keadilan untuk menentukan keselamatan kita, mungkinkah ada dari kita yang akan selamat? Bersyukur karena Dia tidak menggunakan standar keadilan, tapi kasih dan kebenaran. Kasih melepaskan pengampunan dan kebenaran mengharuskan Diri-Nya sendiri untuk di korbankan demi Kasih-Nya.

Kebenaran Firman Tuhan Akan Melembutkan Hati

Kebenaran Firman Tuhan akan melembutkan hati - Sebagai orang percaya, sering kali kita mengalami pergumulan didalam  batin. Di satu sisi kita rindu untuk mengikuti semua kebenaran Firman Tuhan, akan tetapi disisi lain, ada keinginan daging yang juga didorong oleh pengaruh iblis untuk menjauhkan kita dari  kebenaran Firman Tuhan, Paulus sendiri bergumul didalam batinnya ketika dia menyatakan: "Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (Roma 7:19). Pergumulan didalam batin itu akan terus terjadi dan sulit dikalahkan. Namun syukur kepada Tuhan, melalui karya Roh Kudus-Nya, Tuhan memberikan kita hati yang baru, yaitu hati yang taat dan lembut. Dengan hati yang baru itulah, kita akan di mampukan untuk mengikuti kebenaran Firman Tuhan.

kebenaran firman tuhan akan melembutkan hati

Jadi sesuai kebenaran ini, tidak seorang pun dapat berjalan mengikuti kebenaran Firman Tuhan tanpa hatinya diubahkan, tanpa hatinya dilembutkan. Bukankah sering kita juga menemukan kebenaran ini, sulit sekali menginjil seseorang yang mengeraskan hatinya, sekalipun dia mungkin sudah melihat kuasa Tuhan, tapi karena hatinya masih keras, dia tidak bisa menerima kebenaran Firman Tuhan tersebut. Bahkan masalah keselamatan pun juga demikian, Firman Tuhan mengatakan :  "Bukan kamu yang memilih aku, tetapi Akulah yang memilih kamu..." (Yohanes 15:16). Bagaimana cara Tuhan memilih kita? Dengan melembutkan hati kita, memberikan kita hati yang taat. Itulah karya Roh Kudus mintalah agar Roh Kudus memenuhi isi hati kita seluruhnya.

Roh kudus yang adalah pribadi Allah sendiri itulah yang akan melembutkan hati kita dan mengajar hati kita untuk taat. Itulah cara kita mengalahkan dan menang atas dosa. Berikan tempat bagi Roh Kudus untuk menguasai dan memerintah didalam hati kita. Perlahan-lahan, karakter kristus, yang oleh Galatia 5 disebut sebagai buah roh, akan mempengaruhi dan merubah karakter kita, menjadi semakin serupa dengan Dia, Saya sering menemukan suami istri yang sudah cukup lama menikah dan bergaul karib, bukan hanya mulai mengerti satu sama lain, tapi bahasanya mulai sama, cara berpikirnya mulai sama, pandanganya terhadap beberapa hal mulai sama, bahkan anehnya lagi, raut mukanya semakin lama semakin mirip, Itu sesuatu yang saya tidak pernah bisa mengerti, tapi itu sering terjadi, sebab mereka bergaul karib cukup lama.

Kebenaran Firman Tuhan akan melembutkan hati
Sebenarnya bagaimana cara kita belajar memberikan tempat bagi Roh Kudus untuk berkarya, untuk menguasai hati kita, supaya hati kita lembut? Didalam Mat 11:29, Yesus berkata: Belajarlah dari Dia, sebab Yesus itu lemah lembut dan rendah hati. Tapi bagaimana kita belajar dari Dia? Yoh 1 menjelaskan bahwa Yesus adalah Firman, berarti jika kita secara rutin dan sungguh sungguh membaca dan merenungkan Firman Tuhan tiap-tiap hari, maka semakin lama pengaruh Roh Kudus akan semakin kuat didalam hati kita, Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap tiap hari itulah  yang akan mengajar kita. Pada akhirnya, Firman itulah yang akan melembutkan hatimu dan hatiku.

Translate


Popular Posts

Powered by Blogger.