Pandangan yang Menghambat Impian dan Harapan Besar


Pandangan yang menghambat impian dan harapan
Pandangan yang menghambat Impian dan Harapan Besar - Rahasia dari kekuataan untuk berani memimpikan yang besar dan mulia hanya akan dapat terjadi ketika anak-anak Tuhan menyadari bahwa bercita-cita yang tinggi dan luhur itu bukan lah dosa atau salah. Secara sederhana,ada 2 penghambat dari pandangan yang bisa menghancurkan mimpi yang besar dan luhur dari anak anak Tuhan, pertama adalah pandangan yang keliru tentang 'garis nasib' yang sesungguhnya mengatakan: 'saya miskin dan bodoh karena memang sudah suratan nasib saya seperti begini, sudah menjadi takdir yang Tuhan berikan'. Pandangan tersebut sungguh tidak dapat dikatakan Alkitabiah, sebab Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat dan buruk bagi kita. Yeremia 29:11 menyatakan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Namun jika kita sampai jatuh dan tidak mengalami 'hari depan yang penuh harapan' seperti yang Tuhan rancangkan, coba perikasa diri kita sendiri, adakah sesungguhnya kita sedang mengerjakan 'rancangan besar Tuhan tersebut atas hidup kita?' Jika kita mau berhasil, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk sesuatu yang besar yang Tuhan mau kita kerjakan? Itulah yang sering membedakan Ishak mati hari itu, dan Dia menyatakan satu hakekat karakter yang baru kepada Abraham, Dialah Jehovah Jireh.

Pandangan kedua yang menjadi hambatan anak anak Tuhan untuk berani memipikan yang besar dan mulia adalah pandangan yang keliru terhadap kasih karunia Tuhan dan kedaulatan Tuhan. Secara sederhananya, ada beberapa anak anak Tuhan yang percaya bahwa keselamatan dari Tuhan itu sudah ditentukan  hanya bagi  orang orang tertentu saja, dan jika satu orang tertentu itu  sudah ditentukan untuk diselamatkan, apapun alasannya, keselamatan mereka tidak akan pernah hilang, akibatnya timbulah pengajaran seperti yang kita kenal dengan sebutan 'hyper grace', keselamatan itu tidak akan hilang apapun alasannya, sebab kasih karunia Tuhan adalah jaminannya. Apakah benar demikian? Pandangan yang menyesatkan ini telah banyak mempengaruhi segi segi kehidupan manusia, termaksud dalam hal mencapai kemaksimalan hidup sesuai yang Tuhan rencanakan bagi kita, Pandangan keselamatan yang tidak bisa hilang membuat manusia tidak memiliki 'impian dan harapan', manusia menjadi seperti robot dan hidup semaunya, sebab mereka berfikir serta percaya bahwa toh semua nantinya sudah diatur dan akan terjadi seperti yang Tuhan mau,... secara extreme, pandangan tersebut telah membunuh banyak impian dan harapan anak anak Tuhan, sebaliknya, munculah anak anak Tuhan yang hidup tanpa bertanggung jawab, hidup semaunya sendiri.

Kembali kepada kekeliruan pandangan yang menghambat dan banyak membunuh 'impian dan harapan' orang percaya, pandangan yang salah terhadap kasih karunia Tuhan telah merusak banyak mental anak anak Tuhan yang menggangap bahwa keselamatan itu murahan dan tidak perlu ada harga yang harus dibayar. Coba perhatikan perkataan Yesus sendiri: Lukas 13:22-24 "Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota & dari desa ke desa sambil mengajar & meneruskan perjalan-Nya ke Yerusalem. Ada seorang yang berkata kepada-Nya: Tuhan, sedikit sajakah orang yang bisa diselamatkan? Jawab Yesus kepada orang-orang disitu: Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang yang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat..." Sungguh benar bahwa keselamatan itu adalah 'anugrah dari Tuhan' dan itu bukan hasil usaha kita, namun bagi kita yang sudah menerima keselamatan tersebut, perhatikan jawaban Yesus terhadap pertanyaan 'sedikit sajakah orang yang akan diselamatkan? jawab Yesus: 'Berjuanglah!' Jika keselamatan itu tidak akan hilang, kenapa harus berjuang? Hal yang sama, jika pasti dan apapun alasannya, rancangan Tuhan atas kita akan menjadi seperti itu apapun alasannya, rancangan Tuhan atas kita akan menjadi seperti itu apapun yang kita lakukan, kenapa harus berjuang? itulah dampak yang sangat merusak dari pandangan yang salah, akibatnya anak anak Tuhan tidak lagi memiliki 'mimpi mimpi dan harapan yang besar'.


Have a nice day, Gbu ^^

Ikat Pinggang Kebenaran

Ikat Pinggang Kebenaran - Rumah tangga yang indah bukan sekedar lahir dengan sendirinya, namun rumah tangga yang manis itu lahir karena ada tangan yang mengerjakannya, ada tangan yang mengusahakannya, sama seperti layaknya kebun anggur, hanya akan menjadi baik dan menghasilkan jika dikerjakan oleh tangan -tangan yang rajin. Hasil dari pekerjaan tangan istri yang bijak dan bertanggung jawab, itulah yang membuat rumah tangga orang benar itu manis seperti anggur, dan indah seperti kebun anggur. Keharmonisan itu seperti kebun anggur yang harus ditanami dan dikerjakan oleh tangan kita sendiri, tidak akan langsung membuahkan hasil, tapi pada waktunya nanti, pasti akan membuahkan hasil. Ada waktu dan proses yang harus dilalui, namun keuletan  Dan kerajinan akan membuahkan rumah tangga yang manis dan indah.

ikat pinggang kebenaran

Semua yang baik pasti berharga dan perlu dicapai dengan usaha keras, bahkan sering kali usaha itu melelahkan dan menguras tenaga dan perasaan. Ketika istri yang bijak sedang mengusahakan keharmonisan keluarganya, dia bisa menjadi lelah dan tidak sedikit yang menjadi tawar hati. Namun ketika keletihan itu datang, ketika tangannya menjadi letih, inilah yang dilakukan oleh istri yang bijaksana: "Ia mengikat pinggangnya dengan kekuataan, ia menguatkan lengannya." Dia bukannya mengeluh kekanan kekiri, namun dia menguatkan dirinya sendiri. ketika masalah bertubi-tubi datang didalam keluarga, istri yang bijak tidak mondar mandir menyebarkan permasalahan tersebut hanya sekedar untuk melampiaskan kekecewaan dan keletihannya, namun dia memperkuat dirinya sendiri.

Istri yang bijaksana, ketika menjadi lelah, dia "mengikat pinggang
nya dengan kekuatan"
, Paulus menasehatkan jemaat di Efesus, bahwa salah satu perlengkapan sejata Allah yang harus kita kenakan adalah ikat pinggang kebenaran (Efesus 6:13-14). Begitulah cara istri yang bijaksana menguatkan dirinya, dia memperkuat kebenaran pada dirinya sendiri, dan mengencangkannya ketika dia menjadi lelah. Inilah pelajaran peting bagi semua kita, ketika kita lelah, patah semangat, kecewa, adakah kita memperkuat pinggang kita, artinya memastikan kebenaran semakin melekat dengan hidup kita, atau justru kita melihat kekurangan dan kesalahan sekeliling atau orang lain? Bagi istri yang bijak, dia memastikan kebenaran semakin terikat didalam hidupnya.


Ikat pinggang kebenaran.
Mengikat pinggangnya dengan kekuatan, yang berarti memperkuat hidupnya ke dalam kebenaran Firman Tuhan (Efesus 6:13-14), adalah satu langkah bijaksana bagi kita setiap kali kita melihat diri kita menjadi lelah atau ketika keadaan kita kurang baik. Saat seperti itulah yang seharusnya dilakukan oleh semua orang percaya agar mapu diubahkan oleh Roh Kudus. Ketika kita fokus kepada kebenaran Allah saat keadaan tidak baik, hal itu akan memampukan Roh Kudus untuk menunjukkan hal-hal dalam hidup kita yang perlu kia tinggalkan atau ubahkan. Barometernya adalah kebenaran Firman Allah, bukaan perasaan atau pikiran kita sendiri. Itulah sikap "teachable spirit" atau hati yang bisa diajar, dan itu juga yang membuat kita menjadi semakin serupa dengan Dia.

Dia (Tuhan) Tak Pernah Gagal

Dia (TUHAN) tak pernah gagal - begitu banyak suara dan nasehat yang kita terima tiap-tiap waktu. kadang nasehat-nasehat yang sama sekali tidak kita butuhkan datang tanpa diundang. Ayub ketika mengalami keterpurukan didalam usahanya, rumah tangganya, juga kesehatannya, menerima begitu banyak nasehat dari ketiga sahabat-sahabatnya, atau mungkin lebih tepat jika saya katakan "tudingan" dan bukannya nasehat. Ketika kita lemah, ada suara yang berkata: "Tuhan akan menolong-mu", tapi ada juga suara yang berkata: "Tuhan sudah meninggalkanmu". kepada suara dan nasehat yang mana yang akan kita percayai? Kalau saya boleh menyarankan, dengarkan suara Tuhan. Tuhan yang menyatakan diri-Nya didalam alkitab kita ini adalah sumber nasehat yang sempurna.

Dia (Tuhan) tak pernah gagal

Jika kita mengalami beban yang terlalu berat, tantangan yang terlalu sulit untuk kita hadapi sendiri, ingatlah Tuhan yang memperkenalkan diri-Nya melalui Alkitab, Yesus Kristus nama-Nya. saya memiliki seorang teman yang terikat dengan rokok selama lebih dari 30 tahun. Berbagai macam terapi dan pengobatan sudah dijalani, tapi tidak satupun yang berhasil, sampai satu ketika,dia mencoba meminta nasehat dari Allah yang menyatakan diri-Nya melaui Alkitab ini, ternyata the God of the Bible ini sungguh  seperti yang Paulus katakan kepada jemaat di Efesus: "...betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya..." Kuasa-Nya dapat menolong perkaramu, serahkan dan percaya saja kepada kuasa kebangkitan Kristus.

Kuasa yang sama yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati itulah yang menyertai dan memimpin langkah-langkah hidup orang percaya. Jika kita telah sadar akan hal itu, mungkinkah kita takut dan gentar terhadap apapun yang kita hadapi di hidup ini, bahkan terhadap kematian sekalipun?Itulah sebabnya kita perlu diingatkan akan kebenaran ini tiap-tiap waktu, agar kita sadar akan penyertaan Tuhan. Berpegang teguh kepada janji-janji Tuhan, bukankah Dia yang berkata: "Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5). Kebenaran inilah yang membuat damai sejahtera Tuhan itu seperti sungai yang mengalir didalam hidup, terus-menerus ada didalam segala situasi.

Dia (Tuhan) tak pernah gagal
Kuasa yang bukan hanya mampu melakukan perkara dahsyat, namun juga yang mampu merubah rancangan jahat dan memakainya untuk menggenapi rancangan agung Tuhan itu juga yang menyertai perjalanan hidup orang percaya. Jika kita sungguh-sungguh sadar akan kebenaran tersebut, mungkinkah kita akan menjadi tawar hati atau kecewa terhadap hal-hal buruk yang terjadi atau dibuat orang kepada kita? Pegang sungguh-sungguh janji ini, kuasa Tuhan yang menyertai kita adalah kuasa yang dapat merubah rancangan buruk untuk menggenapi rancangan agung Bapa. Dia (Tuhan) tak pernah gagal, bersyukurlah dalam segala keadaan yang boleh kita alami.

Have a blessed day,
Jesus Love You

Berharga di Mata Tuhan

Berharga di mata Tuhan - Kehidupan yang semua kita jalani akan seperti mata bajak yang selalu membolak balik setiap jengkal tanah. Adalah satu kebodohan untuk menyangka bahwa kita akan terhindar dari jebakan dan cengkraman iblis. Namun lebih bodoh lagi untuk menyangka bahwa iblis bisa menang atas semua ini, Sebab Panglima kita,Yesus selalu ada ditengah-tengah pertempuran untuk memimpin dan menyertai kita. Dia tidak akan ragu-ragu untuk berkata: ''Yesus berkata kepada mereka: Pergilah! Lalu keluarlah mereka dan masuk kedalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluru kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati didalam air.'' (Matius 8:32) Tidak ada satupun yang iblis mampu lakukan yang berada diluar kedaulatan Tuhan. Tetaplah percaya. Tuhan kita hidup dan setia, Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian.

berharga di mata Tuhan

Coba perhatikan perjalanan Yesus memasuki daerah Gadara dimana orang yang dirasuki roh jahat itu berada. Dimulai dari ayat 28 dari matius 8: ''Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan 1 orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.'' (Matius 8:28). Kemudian setelah mengusir setan-setan itu, inilah yang terjadi: ''maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.'' (Matius 8:34). Bisakah saudara melihat semua itu? Yesus menyeberangi danau Galilea, dengan mengarungi angin badai yang begitu besar yang hampir-hampir menenggelamkan perahu mereka, dan semua itu dilakukan hanya untuk menyelamatkan 1 orang yang kerasukan setan! Hah, masihkah engkau berfikir Tuhan tidak peduli kepadamu?

Jika untuk 1 orang saja, seorang yang kerasukan setan, yang biasa kita kenal sebagai "orang gila" namun orang tersebut begitu berharganya bagi Yesus. Dia bahkan berlayar, menantang angin badai menuju Gadara, hanya untuk, sekali lagi, hanya untuk membebaskan orang tersebut dari cengkraman iblis. Dia bahkan tidak menyayangkan sejumlah kawanan babi untuk mati percuma hanya sekedar untuk membebaskan seorang anak Abraham dari kebinasaan! Saudara dengar itu? Bagi Dia, engkau begitu berharga bahkan lebih berharga di mata-Nya. Dia tidak terlalu sibuk untuk berlayar ke Gadara, menantang badai, membiarkan sejumlah babi untuk mati percuma, hanya untuk menyelamatkan 1 orang itulah saudara dan saya yang berharga di mata Tuhan.

Ada seorang teman hamba Tuhan yang dahulunya adalah seorang pecandu narkoba, perokok berat, namun sekarang dia dibebaskan dari ikatan ikatan dosa yang lama. Satu ketika seorang teman lamanya yang juga seorang pecandu narkoba datang kepadanya dan bertanya :"coba kamu jujur, seandainya suatu saat, kamu mengalami hari-hari yang melelahkan, semua yang kamu lakukan seakan telah gagal, dan kamu sendirian di ruang kerjamu, dan mungkin saja ada sebungkus rokok yang masih tersisa disana, apa sungguh kamu tidak akan mengulurkan tangan-mu untuk mencicipi rokok yang sudah lama tidak kamu hisap?" Lalu Hamba Tuhan itu berkata:"semua itu mungkin saja terjadi, saya mungkin gagal, bahkan saya mungkin menemukan rokok di ruang kerja saya, namun saya tidak mungkin sendirian, sebab Tuhanku tidak pernah meninggalkan saya sendirian."

 
Kepedulian Tuhan akan kita telah berulang kali dibuktikan melalui begitu banyak kisah didalam Alkitab. Tidak seorangpun, bahkan yang dianggap yang paling hina sekalipun yang akan terlewatkan dari kepedulian-Nya. Keperdulian Tuhan membuktikan kasih-Nya yang tidak terukur. Tuhan sendiri berkata" Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Meskipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." (Yesaya 49:15). Masih ragu ragukah saudara akan kasih setia Tuhan? Masih takutkah engkau untuk menjalani semua yang sedang terjadi atau ketidak pastian yang ada didepanmu? atau masihkah engkau merasa tidak berharga di mata Tuhan? Jangan takut, Tuhanmu menyertaimu. Dia peduli dan mengasihimu lebih dari segala ciptaan-Nya yang lain, penyertaan-Nya saja sudah cukup untuk memastikan engkau pasti sampai ke tujuan Tuhan.


Have a blessed day. GBU

Keadilan vs Kebenaran

Keadilan vs kebenaran - Warna yang terjadi di padang gurun adalah “keadilan”, sedangkan di kebun buah-buahan adalah “kebenaran”. Coba perhatikan sekali lagi,sama seperti padang gurun yang tidak akan pernah puas untuk menghisap air sebanyak apapun yang diterimanya, demikian juga hidup yang menuntut keadilan, tidak akan pernah dipuaskan. Selalu akan ada perkara yang dirasakan kurang adil atau bahkan tidak adil. Hidup yang menuntut keadilan tidak akan pernah terpuaskan, sebab didalam menuntut keadilan akan selalu ada pertentangan dan perbantahan, bahkan dendam dan usaha untuk saling melukai. Kita tidak akan pernah puas jika kita terus-menerus hidup menuntut keadilan, sampai pada satu saat, kita rela belajar untuk mengalah.

keadilan vs kebenaran

Salomo adalah seorang raja yang sangat berpengaruh dan berhikmat, ketika salomo berada pada puncak kejayaannya, dia menyatakan satu ungkapan kesedihan dan keputus-asaan yang luar biasa. Ungkapannya di lukiskan demikian: “kesia-sian belaka, kata pengkotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia… Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidak adilan, dan ditempat keadilan, di situpun terdapat ketidak adilan.” (pengkotbah 1:2 dan 3:16). Perhatikan apa kesimpulan dari pelajaran hidup seorang yang sangat berhikmat: manusia masing-masing memegang ukuran keadilan menurut pandangannya sendiri-sendiri, hal itu membuat mereka tidak pernah terpuaskan.

Sebaliknya , pada saat tuanya, Salomo menyimpulkan semua hikmat yang telah dia peroleh demikian: “Pengkotbah berusaha menuliskan kata-kata tersebut dengan kebenaran secara jujur… Akhir kata dari segala yang didengar ialah takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkotbah 12:10,13). Takut akan Tuhan dan berpegang kepada perintah-Nya, bukankah itu kebenaran yang sejati? Yesus sendiri pernah berkata: Akulah jalan Kebenaran dan hidup? Seperti itulah warna kehidupan seseorang yang sudah dipenuhi roh kudus. Kebenaran akan mewarnai seluruh aspek kehidupannya. Itulah warna Firman Tuhan yang dia pegang. 


Ketika berhadapan dengan seorang wanita yang kedapatan telah bersundal, keadilan akan berteriak: “demi Keadilan, dia harus dirajam sesuai hukum Taurat…” Sebaliknya Kebenaran akan berbisik:”…Aku tidak akan menghukummu, pulanglah dan jangan berbuat dosa lagi…” Ketika berhadapan dengan seorang yang buta sejak lahir, Keadilan akan mencari kambing hitam dengan berkata: “siapa yang berdosa?...” Sebaliknya Kebenaran akan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong sambil berkata: “semua ini terjadi supaya Kemuliaan Bapa dinyatakan didalam hidup orang ini…” Dari beberapa contoh napas keadilan vs kebenaran, coba selidiki secara jujur, apakah engkau masih hidup di padang gurun dengan nuansa keadilan atau di kebun buah-buahan dengan buahnya yaitu kebenaran?


keadilan vs kebenaran
Disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar antara Roh kudus dan Roh agamawi. Roh agamawi akan menuntut keadilan, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, sedangkan Roh Kudus akan mengajarkan kita untuk memberikan pengampunan, walaupun kita tahu orang tersebut sudah berbuat salah. Hal ini bukan berarti bahwa keadilan itu salah, namun seandainya saja Tuhan membuat standar keadilan untuk menentukan keselamatan kita, mungkinkah ada dari kita yang akan selamat? Bersyukur karena Dia tidak menggunakan standar keadilan, tapi kasih dan kebenaran. Kasih melepaskan pengampunan dan kebenaran mengharuskan Diri-Nya sendiri untuk di korbankan demi Kasih-Nya.

Kebenaran Firman Tuhan Akan Melembutkan Hati

Kebenaran Firman Tuhan akan melembutkan hati - Sebagai orang percaya, sering kali kita mengalami pergumulan didalam  batin. Di satu sisi kita rindu untuk mengikuti semua kebenaran Firman Tuhan, akan tetapi disisi lain, ada keinginan daging yang juga didorong oleh pengaruh iblis untuk menjauhkan kita dari  kebenaran Firman Tuhan, Paulus sendiri bergumul didalam batinnya ketika dia menyatakan: "Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat." (Roma 7:19). Pergumulan didalam batin itu akan terus terjadi dan sulit dikalahkan. Namun syukur kepada Tuhan, melalui karya Roh Kudus-Nya, Tuhan memberikan kita hati yang baru, yaitu hati yang taat dan lembut. Dengan hati yang baru itulah, kita akan di mampukan untuk mengikuti kebenaran Firman Tuhan.

kebenaran firman tuhan akan melembutkan hati

Jadi sesuai kebenaran ini, tidak seorang pun dapat berjalan mengikuti kebenaran Firman Tuhan tanpa hatinya diubahkan, tanpa hatinya dilembutkan. Bukankah sering kita juga menemukan kebenaran ini, sulit sekali menginjil seseorang yang mengeraskan hatinya, sekalipun dia mungkin sudah melihat kuasa Tuhan, tapi karena hatinya masih keras, dia tidak bisa menerima kebenaran Firman Tuhan tersebut. Bahkan masalah keselamatan pun juga demikian, Firman Tuhan mengatakan :  "Bukan kamu yang memilih aku, tetapi Akulah yang memilih kamu..." (Yohanes 15:16). Bagaimana cara Tuhan memilih kita? Dengan melembutkan hati kita, memberikan kita hati yang taat. Itulah karya Roh Kudus mintalah agar Roh Kudus memenuhi isi hati kita seluruhnya.

Roh kudus yang adalah pribadi Allah sendiri itulah yang akan melembutkan hati kita dan mengajar hati kita untuk taat. Itulah cara kita mengalahkan dan menang atas dosa. Berikan tempat bagi Roh Kudus untuk menguasai dan memerintah didalam hati kita. Perlahan-lahan, karakter kristus, yang oleh Galatia 5 disebut sebagai buah roh, akan mempengaruhi dan merubah karakter kita, menjadi semakin serupa dengan Dia, Saya sering menemukan suami istri yang sudah cukup lama menikah dan bergaul karib, bukan hanya mulai mengerti satu sama lain, tapi bahasanya mulai sama, cara berpikirnya mulai sama, pandanganya terhadap beberapa hal mulai sama, bahkan anehnya lagi, raut mukanya semakin lama semakin mirip, Itu sesuatu yang saya tidak pernah bisa mengerti, tapi itu sering terjadi, sebab mereka bergaul karib cukup lama.

Kebenaran Firman Tuhan akan melembutkan hati
Sebenarnya bagaimana cara kita belajar memberikan tempat bagi Roh Kudus untuk berkarya, untuk menguasai hati kita, supaya hati kita lembut? Didalam Mat 11:29, Yesus berkata: Belajarlah dari Dia, sebab Yesus itu lemah lembut dan rendah hati. Tapi bagaimana kita belajar dari Dia? Yoh 1 menjelaskan bahwa Yesus adalah Firman, berarti jika kita secara rutin dan sungguh sungguh membaca dan merenungkan Firman Tuhan tiap-tiap hari, maka semakin lama pengaruh Roh Kudus akan semakin kuat didalam hati kita, Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap tiap hari itulah  yang akan mengajar kita. Pada akhirnya, Firman itulah yang akan melembutkan hatimu dan hatiku.

Tetaplah Setia Melakukan Kebenaran

Tetaplah setia melakukan kebenaran - Banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan, tapi tidak semua kebaikan itu kebenaran. agama pada umumnya mengajarkan manusia berbuat baik, tapi bukan saja agama, kebudayaan yang tidak bertuhan pun mengajarkan untuk saling berbuat baik. sebaliknya untuk memahami secara pasti apakah kita sedang berjalan menuju Tuhan yang adalah terang itu sendiri, kita tidak bisa melihat tindakan atau perbuatan kita. Coba perhatikan penggalan ayat ini . ''tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang,..'' Tanda yang nyata bahwa kita sedang berjalan didalam rancangan atau jalan-Nya Tuhan adalah jika kita melakukan yang benar, bukan sekedar yang baik. Tuhan memiliki tujuan dalam semua tindakan kebenaran tersebut, yaitu supaya menjadi kesaksian tentang siapa Tuhan yang kita sembah.

kebenaran

Para ayah, mungkinkah kita mematahkan tangan dan kaki anak kandung kita sendiri?... ketika seorang ayah sengaja untuk menjerumuskan dirinya ke dalam perselingkuhan, sebenarnya bukan hanya kaki dan tangan anak kita yang kita patahkan, hidup dan masa depan mereka yang sedang kita hancurkan... Para ibu, tegakah engkau membiarkan anakmu dijemur kepanasan atau kedinginan sepanjang malam? Tapi ketika langkahmu berjalan menuju perzinahan, engkau sedang mengkhianati anak-anak darah dagingmu sendiri dan meludahi Tuhanmu... Banyak dorongan dan alasan kenapa perzinahan dan perselingkuhan terkesan manis dan menyenangkan, bahkan masuk akal, namun sesungguhnya itulah dosa yang sangat menyakitkan. Sebaliknya, ''lakukanlah yang benar'', sebab itulah yang menyenangkan hati Tuhan.

Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kita diselamatkan oleh hasil kerja kita, sebab semua itu adalah ''anugrah Tuhan'', bukan karena apa yang kita kerjakan atau lakukan. Namun Alkitab secara jelas menyatakan bahwa apa yang kita lakukan itu menunjukan kearah mana langkah dan tujuan hidup kita sebenarnya. Orang yang dikuasai kedagingannya, tindak tanduknya, perseteruan, sebab memang dirinya sendirilah tuhan bagi orang tersebut. Dia sedang menjalani pelayan atas kedagingannya sendiri. Sebaliknya jika kita hidup diwarnai ''kebenaran'', sesungguhnya Kristuslah tujuan dan arah hidup kita, sebab Kristus sendiri adalah kebenaran (Yoh 14:6), dan kita sedang datang kepada terang, yang adalah Kristus sendiri.

Tetaplah Setia Melakukan kebenaran
Hidup untuk mengerjakan apa yang benar, membutuhkan ketaatan dan kerelaan. Melakukan kebenaran sering kali akan mengalami banyak tantangan dan bahkan kerugian. ketika kita bersalah, akan jauh lebih nyaman untuk memberikan alasan dan argumentasi kenapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Kebenaran sebaliknya akan menuntut kita untuk mengakui kesalahan, namun hal itu menyita perasaan dan membutuhkan kerendahan hati. Banyak perkara jika kita mencoba untuk merasionalisasikannya dengan pikiran kita sendiri, maka akan tampak masuk akal dan wajar untuk kita lakukan, tapi itu bukan kebenaran. Sebaliknya untuk melakukan kebenaran, dibutuhkan ketaatan total sebab jika tidak demikian, kita akan menemukan begitu banyak pilihan lain untuk kita kerjakan yang seakan lebih menguntungkan dan lebih baik.

Kita mengerti bahwa semua yang Yesus lakukan adalah melakukan kebenaran, sebab Dia mengikuti semua yang Bapa nyatakan kepada-Nya. Ketika Yesus berjalan mengerjakan apa yang benar, langkah-Nya sedang menuju kepada Bapa. Dia sendiri menyatakan rahasia ini:..Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.Sebab aku pergi kepada Bapa;'' (Yohanes 14:12). Jika kita bandingkan perkataan Yesus ini di yoh 14:12, bukankah itu persis seperti yang Yoh 3:21. Hanya dengan melakukan yang benarlah seseorang dapat dikatakan secara pasti bahwa dia sedang menuju Tuhan. Adakah engkau berjalan menuju surga atau sebaliknya? Jika menuju surga, pasti langkah hidupmu sedang mengerjakan yang benar.

Translate


Popular Posts

Powered by Blogger.