Home » , » Jubah Istri yang Bijaksana

Jubah Istri yang Bijaksana

Jubah istri yang bijaksana - Pakaian seseorang, bukan karena mahal harganya, sebenarnya bisa menyatakan banyak tentang kepribadian dan juga menunjukan kebiasaan, keseharian dan tingkah laku seseorang, istri yang bijaksana, yang dilukiskan oleh ibu Lemuel, dia berpakaian kekuatan dan kemuliaan. Kebiasaan, keseharian, dan tingkah laku seorang istri yang bijaksana adalah tidak lemah, dia berpakaian kekuatan bahkan kemuliaan. Bukan berarti bahwa dia tidak pernah mengalami masalah dan tekanan didalam hidupnya, namun dia selalu mampu memperbaharui kekuatan nya, sama seperti seekor burung rajawali (Yesaya 40:31), dia mampu memperbaharui kekuatannya sendiri, kekuatan baru yang dia dapatkan dari menanti-nantikan akan Tuhan, itulah kekuatannya yang selalu diperbaharui.

jubah istri yang bijaksana

Satu kali Tuhan bercakap-cakap dengan para malaikat :''Aku akan membuat satu pribadi yang tangannya begitu kuat dan perkasa, namun juga lembut untuk dapat menggendong bayi-bayi yang masih rentan. Pundaknya begitu kuat daripada unta, sehingga sekalipun dalam keadaan kelelahan, panas terik, dan tekanan, dia mampu memikul beban seluruh rumah tangganya. Hatinya begitu luas dan tidak pernah dia tidak memiliki ruangan untuk menampung beban baru, kakinya bukan hanya kokoh berdiri dan mampu menopang yang lain nya, tapi juga lincah dan cekatan seperti kaki rusa.'' Malaikat-malaikat terus memperhatikan makhluk seperti apa yang akan Tuhan ciptakan kali ini yang begitu luar biasa kekuatannya, dan Tuhan menciptakan wanita, seorang istri yang siap menjadi seorang ibu. Dia memang dipersiapkan dengan ''kekuatan illahi'' sebagai pakainnya, sebab ada tugas khusus yang Tuhan berikan kepadanya.

Bukan pada otot dan tenaganya lah terletak kekuatan seorang wanita, memang diciptakan tidak dengan spesifikasi yang sedemikian, namun seorang wanita memiliki  keteguhan hati, keuletan, kesabaran, dan kelemah lembutan yang sedemikian rupa kuatnya bahkan dengan kekuatannya itu dia mampu mengalahkan kekerasan dan kedegilan orang-orang disekitarnya. Sejujurnya saya terkadang tidak mampu memahami bagaimana seorang istri yang bijaksana hanya bersenjata air mata, mampu bertahan menghadapi suaminya yang tidak takut akan Tuhan, dan tidak bertanggung jawab. Disisnilah letak rahasia kekuatan seorang wanita, ketika tertekan, tertindas dan tidak ada kekuatan, dia berseru kepada Surga, dan Raja Surga yang menciptakannya, Dia akan bertanggung jawab dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Bukankah atas rencana Tuhan sendiri wanita diciptakan sedemikian rupa?

Untuk semua suami dan kaum pria atau para penguasa, para tuan, ada satu pesan yang ingin saya sampaikan, ketika istrimu, anak-anakmu, atau orang-orang kecil dibawah kuasamu menangis karena tekanan yang begitu tidak adil diperlakukan suaminya, ayah mereka, tuan mereka kepadanya,... ingat, pada satu ketika, bila waktu Tuhan telah tiba, renungkan Firman Tuhan ini: ''Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan dihadapan yang maha tinggi, atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?'', tidak akan membuat Tuhan berdiam diri selamanya. Ingat, yang membuat Tuhan menghancurkan Firaun adalah jeritan orang tertindas! (Keluaran 2:23-24). Mulai sekarang hiduplah bijaksana dengan istri kita, sebab Tuhan Bapanya yang di surga mendengar doa-doanya.

Istri yang bijaksana bukan hanya tidak takut dengan hari esok, dia bahkan tertawa tentang hari depan. Apa rahasia yang membuat dia begitu pasti tentang masa depan? Perhatikan apa yang Amsal katakan: ''Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan pengharapanmu tidak akan hilang. Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tunjukanlah hatimu ke jalan yang benar.''(Amsal 23:17-19). Karena 2 perkara yang dipegang oleh istri yang bijak seperti yang amsal 23 katakan: karena takut akan Tuhan senantiasa, dan karena hatinya tertuju kepada jalan yang benar, Jika kedua hal itu ada pada kita, dapat dipastikan bahwa kitapun akan tertawa tentang hari depan, sebab ''masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang'', Amsal 23:18. Adakah engkau masih takut tentang hari esok?

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.