Home » , , » Jauhi Dosa dan Hiduplah Bijaksana

Jauhi Dosa dan Hiduplah Bijaksana

Jauhi dosa dan hiduplah bijaksana - kekayaan yang diperoleh dengan mudah, seringkali habis dengan mudah. Tapi ada satu bahaya lain yang lebih berbahaya, kekayaan yang diperoleh oleh orang yang karakternya kerdil, akan mudah lenyap, sebab orang yang kerdil karakternya atau picik, akan mudah lenyap, sebab orang yang kerdil karakternya atau picik, akan mudah tergoda untuk memfoya-foyakan semua berkat yang Tuhan berikan kepadanya. Mereka cenderung mengejar kesenangan diri sendiri semau-maunya, tanpa memikirkan hari esok, anak-anak mereka, apalagi orang lain.

Jauhi dosa dan hiduplah bijaksana

Dosa bukan saja akan memimpin kepada kesengsaraan selama masa hidup kita, tapi juga akan menuntun kepada kebinasaan. Kitab Amsal menasehatkan anak-anak manusia akan betapa jahatnya pengaruh dosa pelacuran, tapi juga  berlaku untuk dosa apapun juga, seperti pesta pora, perjudian, kemabukan dll, semua itu akan menuntun kepada kemelaratan yang akhirnya berujung kepada kehancuran total. Belajarlah untuk hidup bijaksana, jauhi dosa!

Kadang kita berpikir dosa itu adalah pelacuran, penggunaan obat obatan terlarang, atau perjudian, atau yang serupa itu. Sesungguhnya, kemalasan dan kerakusan itu juga salah satu bentuk dosa tidak menghargai berkat yang Tuhan berikan. Betapa banyak anak-anak orang kaya yang mendapatkan warisan tapi hidup bodoh dengan menghambur-hamburkan kekayaan warisan orang tuanya, sehingga akibatnya dia harus jatuh melarat. Secara rohani, warisan yang kita terima dari bapa Abraham adalah penebusan dan pertobatan, adakah kita masih menghambur-hamburkan kasih setia Tuhan itu?

Jauhi dosa dan hiduplah bijaksana
Kemelaratan akibat dosa pada perumpamaan anak terhilang dituliskan seperti ini: ''...di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.''(Lukas 15:13b). Secara rohani, penebusan yang Tuhan sudah buat bagi kita itu mahal harganya, dan jika kita hidup semaunya, tidak dengan penuh hormat akan kasih Tuhan, bukankah hal itu sama saja seperti anak bungsu yang memboroskan warisan orang tuanya dengan hidup berfoya-foya? Jika kita telah sadar dan tahu kebenaran, namun sengaja untuk berbuat dosa, tidakkah itu sama saja dengan berfoya-foya dengan warisan Bapa kita?

Sekarang kita sadar, dosa di pupuk dari pandangan yang salah akan penebusan yang Tuhan sudah kerjakan bagi kita, sama seperti pemborosan terjadi akibat mendapatkan uang secara gampang. Jauhi dosa dengan terus meminta Roh Kudus mengingatkan kita akan apa yang Tuhan sudah buat, sama seperti ketika kita makan roti dan minum anggur perjamuan, ''...setiap kali kamu memakannya dan meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!'' (1korintus 11:25).

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.