Home » , , » Kitalah Harta Kesayangan Tuhan

Kitalah Harta Kesayangan Tuhan

harta kesayangan Tuhan
Kitalah Harta Kesayangan Tuhan - Di dalam rumah kita, ada barang-barang yang tidak berharga yang tidak terlalu menyita perhatian kita apalagi membutuhkan perawatan dan penanganan khusus, umumnya barang-barang kurang berharga seperti itu, kita tempatkan seadanya, tidak ada perlakuan khusus, tentu kita tidak akan mengorbankan barng-barang lain demi menjaga barang mulia yang bernilai tersebut. Namun ada juga mungkin barang -barang yang bernilai sekalipun belum tentu mahal harganya, namun karena barang tersebut bernilai bagi kita, seperti kalung emas pemberian mama atau oma sebelum meninggal, cincin kawin, atau lain-lainnya. Demi untuk menjaga barang barang tersebut, harga yang mahal akan kita bayar untuk menjaganya, bahkan barang-barang lain kita korbankan untuk memberi tempat bagi yang bernilai atau berharga tersebut. Tahukah saudara , bagi Tuhan, saudara sebagai pewaris janji Abraham, menurut perkataan Tuhan sendiri, engkau adalah '... harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa,...'

Sebagai harta kesayangan Tuhan sendiri. Tuhan telah rela menunjukan keberpihakan-Nya kepada Israel dibandingkan terhadap Mesir. Tuhan memberlakukan tulah demi tulah bagi Mesir demi untuk membebaskan Israel dari tangan Mesir. Sama seperti seorang wanita yang merelakan lemari hiasannya di kosongkan dan menjual atau melepaskan barang-barang yang ada didalamnya, hanya sekedar memberikan ruangan untuk menempatkan , harta kesayangannya' disana. Sadarkah saudara bahwa bagi Tuhan, engkau begitu berharganya sampai-sampai Dia menganggap engkau dan saya sebagai harta kesayangan-Nya sendiri? Bahkan bagi Dia, engkau lebih berharga dibandingkan dengan semua ciptaan-Nya yang lain, sampai sampai Dia sendiri menantang, "...sebab Akulah empunya seluruh bumi..." masih kah ada kekawatiran didirimu? Baca Juga : Takut Akan Tuhan Tidak Akan Kekurangan

Bukan hanya Tuhan menegakkan keadilan demi untuk membela harta kesayangan-Nya, Dia juga menopang kita sama seperti induk rajawali mendukung anak-anaknya diatas sayapnya. Tahukah saudara bagaimana cara induk rajawali mendukung anak-anaknya diatas sayapnya? Dengan sengaja seekor induk rajawali menggoyang balikan sarangnya sendiri demi untuk mengajar anak-anaknya, namun ketika sang anak rajawali itu hampir jatuh, secepat kilat sang induk datang menukik dan kemudian menggendong anak rajawali tersebut diatas sayapnya... itulah yang dimaksud bahwa Tuhan mendukung kita diatas sayap rajawali. Sebagai harta kesayangan Tuhan, kita akan diajar, dididik, dan dibentuk agar hidup kita tidak sisa-sia, namun ketika kita gagal, kita tidak dibuang, tapi diangkat kembali, sebab kita harta kesayangan Tuhan. Tidakkah kita patut bersyukur bahwa kita dikasihi Tuhan bukan sebagai barang mati yang tidak bergerak, namun seperti seorang anak kesayangan yang diajar dan dibentuk oleh tangan bapanya.

Sebagai harta kesayangan Tuhan, yang disayangi Tuhan, ditopang dengan sayap rajawali, dibela dan dijaga, adakah sesuatu yang perlu kita khawatirkan? Perhatikan bagian terakhir dari ayat Keluaran 19:3-5, '... sebab Akulah yang empunya seluruh bumi...' Kenapa harus dipertegas oleh Tuhan bahwa Dialah yang empunya seluruh bumi? Tujuannya adalah agar kita menjadi sadar bahwa Sang pemilik seluruh bumi itu menjaga dan memelihara harta kesayangan-Nya. Seorang anak miskin di India yang putus sekolah bertemu dalam satu kesempatan dengan Bill gates, pemilik microsoft dan orang terkaya di bumi, melihat beban dari raut anak kecil tersebut, Bill bertanya, apa yang menyusahkan hatimu? Anak itu berkata, dia ingin sekolah, tapi orangtuanya tidak mampu membayar uang sekolahnya... Bill lalu berkata, 'saya yang akan tanggung seluruh biaya sekolahmu sampai kamu selesai penuh, sejauh mana kamu mau belajar, saya yang akan bayar biayanya...' Mungkinkah ada kegalauan dan kekhawatiran lagi diraut anak tersebut? Kenapa bisa tiba-tiba hilang? Sebab seorang Bill Gates sudah berkata, dia yang jamin, dan Bill Gates adalah orang kaya raya. Siapakah yang berkata padamu hari ini: 'Aku yang mendukung engkau... sebagai harta kesayangan Ku sendiri...' Bukankah Dia Tuhan yang empunya seluruh bumi? Masihkah engaku takut? Kitalah harta kesayangan Tuhan.

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.