Tanggung Jawab Kita

Tanggung jawab kita - Ditiap-tiap kita, bukan hanya hak istimewa yang bisa kita terima, tapi juga ada tanggung jawab. Tidak peduli berapa tinggi atau rendahnya jabatan kita, tiap-tiap kita memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan. Kadang tampak sederhana bahkan seringkali kita menganggap remeh makna tanggung jawab tersebut. Ketika kita gagal untuk melakukan dan menghidupi tanggung jawab kita masing-masing, akibatnya orang lain disekitar kita akan mengalami dampak negatifnya. Pilatus memiliki posisi yang disertai tanggung jawab, namun dia memilih untuk bermain aman, cuci tangan dan akibatnya, Yesus digiring untuk disalibkan. Bagaimana dengan kita, adakah kita juga sedang mengabaikan tanggung jawab kita?

tanggung jawab kita

Sifat mengabaikan bahkan meninggalkan tanggung jawab itu berarti ''menyerahkan Yesus untuk diperlakukan semau-maunya'' ketika seorang ayah didalam rumah tangga .tidak lagi berfungsi sebagai imam, maka dia sedang menyerahkan Yesus kepada anak-anaknya untuk diperlakukan semau-maunya. Ketika orang tua tidak lagi bersedia untuk bekerja keras membiayai anak-anaknya, bagaimana mungkin anak-anaknya bisa belajar dan mengenal ''kasih Bapa Surgawi''? Sebab tidak ada panutan dari bapa dunia, sifat tidak bertanggung jawab seperti itu, akan berdampak sangat negatif bagi anak-anak, dan bukankah itu sama seperti Pilatus yang ''menyerahkan Yesus untuk diperlakukan semau-maunya''

 
Tanggung jawab akan menuntut kita untuk bertindak dan melakukan sesuatu, bukan sekedar berdiam diri. Sadarkah saudara bahwa untuk kota dan lingkungan kita, sebenarnya kitapun memiliki andil tanggung jawab atasnya, bukan sekedar berpangku tangan saja. Yeremia dengan tegas menyatakan ''Usahakanlah kesehjahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesehjahteraannya adalah kesehjahteraanmu.'' (Yeremia 29:7). Anak-anak Tuhan tidak pernah didorong untuk mengutuki kota dimana kita berada, atau mengolok-olok pemerintahan kita. Firman Tuhan dengan tegas menyatakan ''usahakan kesehjahteraan kota-mu dan berdoa untuk-nya''. itulah tanggung jawab setiap anak anak Tuhan bagi kotanya.

Untuk setiap kebaikan Tuhan, ada tanggung jawab yang Tuhan juga tempatkan bersamaan dengan kebaikan-Nya jika kita diberikan karunia atau talenta khusus, sadarilah bahwa ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan dengan talenta dan karunia Tuhan tersebut. Jangan digunakan untuk kenyamanan atau kemuliaan diri sendiri, lakukan dengan benar, bagikan dengan cuma-cuma karunia dan talenta yang Tuhan berikan juga dengan cuma-cuma bagi kita. jika kita diberkati dan kaya-raya, mungkinkah ada maksud Tuhan untuk orang miskin disekitar kita? Supaya mereka pun bisa mengenal kebaikan Tuhan, atau sebalik-nya, nikmati saja sendiri, sebab dengan berbuat demikian, engkau sedang membiarkan Yesus diperlakukan semau-maunya.


Have a blessed day.GBU

Mulailah Dengan Firman-Nya

Mulailah dengan firman-Nya - Adakah engkau sedang membangun kebiasaan seperti bangsa Israel lakukan, yang telah diajarkan langsung oleh Sang Pencipta langit dan bumi untuk memulai tiap-tiap pagi dengan ''memungut manna'' yang turun dari Surga?Manna yang adalah makanan yang surga berikan untuk umat-Nya melambangkan persekutuan dengan Kristus melaui tubuh-Nya sendiri. Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap-tiap hari akan paling bermanfaat jika diterima tiap-tiap pagi. Sebelum kita memulai segala macam aktivitas sepanjang hari, dimana sepanjang hari itu, akan begitu banyak perkataan manusia, tindakan atau kejadian yang akan menghantam kondisi hati dan perasaan kita. itulah sebabnya kita perlu menjaga dan melindungi hati dan jiwa kita dengan perkataan Tuhan sebelum semua yang lain menghantam kita.

mulailah dengan firmannya

Firman Tuhan yang adalah perkataan Tuhan bagi hati dan jiwa kita itulah yang akan memberikan kekuatan dan penyeimbang dari semua perkataan lain yang akan diterima oleh jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak) Tanpa menerima kekuatan perkataan Tuhan sebelumnya, jiwa kita akan sangat rentan untuk hancur dan merana. Saya sering mengalami tekanan yang hampir membuat saya tawar hati atau putus asa yang saya terima melalui perkataan lain, baik perkataan yang membuat kita kecewa, berita-berita, ataupun kejadian-kejadian. Firman Tuhan itulah yang akan menjadi perisai untuk melindungi hati dan jiwa kita agar tidak terluka ketika ''tembakan'' atau panah perkataan itu kita terima sepanjang hari. Itulah yang membuat saya tetap berdiri, tetap bisa bertahan bahkan bersyukur, sekalipun menghadapi begitu banyak masalah dan tekanan, kecewa dan frustasi dengan kegagalan kita untuk menggenapi rencana Bapa didalam kita, mungkinkah karakter kita diubahkan?

Ada seorang petani yang pulang dari ladangnya dan menemukan sebutir telur yang cukup besar. dengan senang hati dibawanya pulang telur tersebut, dan sesampainya dirumah, dia teringat akan induk ayam yang dia miliki yang juga sedang bertelur dan akan segera mengerami telur-telurnya. Sang petani memutuskan untuk menitipkan telur yang baru ditemukannya itu diantara telur-telur ayamnya. Pada saatnya, telur-telur ini menetas, dan telur yang ditemukan tersebut juga menetas ternyata itu adalah telur burung rajawali. Tanpa perasaan aneh, induk ayam menerima semua anak-anaknya termasuk rajawali muda itu sebagai anaknya. Mereka bertumbuh bersama, makan bersama. Satu ketika, rajawali muda tersebut melihat kelangit, dan melihat ada burung yang gagah perkasa terbang begitu tinggi, tapi semua anak-anak ayam yang lain tidak dapat melihatnya, bahkan mengatakan bahwa itu hanyalah mimpi di siang hari bolong, dengan berkata: ''sudahlah, kita ini anak anak ayam...'' Rajawali muda itu percaya akan perkataan tersebut dan kembali makan, mematok matok, lalu satu kali mati sebagai ayam.

Mulailah dengan firman-Nya
Kembali kepada kisah anak rajawali yang sekalipun lahir sebagai rajawali, tapi karena bergaul diantara anak anak ayam, akhirnya memilih untuk hidup dan mati sebagai anak ayam. Betapa mengenaskan keadaan seperti demikian, dan sejujurnya, ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang hidup seperti demikian. Gambar diri yang sudah menjadi rusak, akibat rumah tangga yang kacau, ayah yang tidak bertanggung jawab, ibu yang tidak pernah hidup dalam ketaatan, orang tua yang tidak bisa memberi teladan ''gambar Bapa Surgawi'' bagi anak-anaknya, lingkungan pertemanan yang menjerumuskan, dll, semua itu akan merusak dan memperburuk gambar diri seseorang. Itulah sebabnya, perkataan atau bahasa Tuhan begitu penting untuk memastikan langkah-langkah kita tetap teguh dan bertujuan. Oleh karenanya, tempatkan "Perkataan Tuhan atau Firman Tuhan'' di tempat ''pada mula-nya.'' Jadi mulailah dengan firman-Nya.

Have a blessed day. GBU

Takut Akan Tuhan Tidak Akan Kekurangan

Takut akan Tuhan tidak akan kekurangan - Sedemikian berkuasakah rasa ''takut akan Tuhan'' sehingga membuat orang-orang yang demikian tidak berkekurangan sesuatu yang baik, bahkan sekalipun singa-singa muda, kekuataan para saingan yang gagah perkasa, yang jauh lebih berpotensi, lebih cekatan ada disekeliling kita, namun Firman Tuhan mengatakan orang yang takut akan Dia tak berkekurangan. Hidup kita, keberhasilan kita tidak ditentukan oleh betapa besar atau kecilnya persaingan, atau betapa hebatnya orang lain, namun ditentukan oleh perkenanan Tuhan atas kita. Hari ini kita melihat bahwa perkenanan Tuhan ada pada orang yang takut akan Dia, itu sebabnya janji-Nya bagi mereka adalah tidak akan kekurangan sesuatu yang baik.

takut akan tuhan tidak akan kekurangan

Bagaimana mungkin hanya dengan takut akan Tuhan, maka kita tidak akan kekurangan sesuatu yang baik? Takut akan Tuhan berarti kita berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, dan jika memang sungguh-sungguh berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, dan jika memang sungguh-sungguh berjalan sesuai Firman Tuhan, maka Dia terikat sumpah setia dengan kita, dan Dia tidak akan pernah mampu untuk tidak setia kepada janji-janji Nya, itu sebabnya ketaatan mendatangkan berkat Tuhan. Ketaatan kita, tunduk sepenuhnya kepada Firman Tuhan membuka pintu-pintu rencana agung Allah didalam hidup kita, itulah hidup didalam takut akan Tuhan, dan hal itu cukup untuk bertahan didalam masa-masa sukar sekalipun, sebab pemeliharaan Tuhan akan terjadi didalam hidup kita.

Sama seperti janji Tuhan kepada Daud di Mazmur 15, bahwa yang boleh menumpang di dalam kemahnya Tuhan adalah dia yang berlaku tidak bercela, yang tidak berkata-kata dusta, yang bersih tingkah lakunya, dialah orang yang juga disebut orang yang takut akan Tuhan. Jika demikian, benarlah jika dikatakan bahwa oleh mazmur 34;9-10 bahwa orang yang takut akan Tuhan tidak akan berkekurangan, sebab sama seperti janji Tuhan di Mazmur 15, orang yang takut akan Tuhan lah yang boleh menumpang didalam kemah-Nya. Jika kita ada didalam kemahnya Tuhan, mungkinkah ada kekurangan disitu? Bukankah Dia yang diam dikemah-Nya itu adalah Jehovah Jireh, Allah yang mencukupi kebutuhanmu! Janji akan penyertaan yang sempurna atas umat yang takut akan Allah dan orang-orangnya yang kudus, terus dinyatakan Allah kepada umat-Nya.

Salah satu pewahyuan dari nama Allah yang tertulis didalam Yehezkiel 48:35, ''...Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DISITU. Dalam bahasa asli dikatakan Jehovah Shammah. Bagaimana mungkin kota yang mengenal Allah-Nya sebagai Jehovah Shammah atau Allah hadir disitu dapat mengalami kelaparan, kemiskinan, kekeringan dan kematian? Hal ini jugalah yang menyebabkan pemazmur dalam Mazmur 15 menyatakan bahwa bagi orang-orang pilihan Allah yang mempunyai roh takut akan Tuhanlah yang dapat menumpang didalam kemah-Nya. Bagaimana dengan hidup kita? sehingga Tuhan hadir disitu, dan Janji-Nya terjadi atas kita secara sempurna  hari lepas hari? Firman Tuhan, ''Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.'' Matius 6:33

Have a blessed day. GBU

Tuhanlah Penjaga Nyawamu

Tuhanlah penjaga nyawamu
Tuhanlah penjaga nyawamu - Sungguh terlalu nyata sekarang bahwa hidup dan mati ada ditangan Tuhan, bukan apa yang orang katakan yang menentukan hidup dan mati kita, bukan berapa banyak kekayaan kita yang bisa menentukan hal itu, juga bukan seberapa besar pengaruh kita dibumi ini, atau kenalan kita yang menentukan hidup dan mati kita, namun Tuhanlah yang menentukan semua itu. Mazmur Daud ini menegaskan bahwa''Tuhanlah yang menjaga nyawamu''. Ada batas dimana bahkan teknologi dan ilmu pengetahuan medis sekalipun tidak mampu memberikan kepastian, tapi ada Tuhan yang berani berkata: ''Akulah Allah yang menjaga nyawamu!'', tidak ada satupun terjadi didalam hidup ini tanpa seijin Tuhan, Allah alam semesta.

Hanya ketika atas seijin Tuhanlah iblis dapat menggangu harta kekayaan dan semua apa yang ada pada Ayub. ''Maka Firman Tuhan kepada Iblis: Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya. Kemudian pergilah iblis dari hadapan Tuhan.'' (Ayub 1:12) Tanpa seijin Tuhan, iblis ternyata tidak mampu berbuat apa-apa. Namun ketika sampai kepada masalah nyawa Ayub, Tuhan berkata:''...Maka firman Tuhan kepada iblis:Nah, Ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.'' (Ayub 2:4-6). Untuk masalah nyawa hamba-hamba Nya, Tuhan tidak akan tawar-menawar. Tuhan sendirilah yang memegang mati hamba Nya, Tuhan tidak akan tawar-menawar Tuhan sendirilah yang memegang kendali sampai kesudahannya. Itu sebabnya, jangan takut, nyawamu ada didalam perlindungan Tuhan.

Memahami Tuhan-lah penjaga nyawa umat Nya, maka hidup kita akan tenang, sebab Dia itu berkuasa dan berdaulat penuh atas nyawa kita. itu sebabnya Daud berkata: '' Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang -orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.'' (Mazmur 97:10). Jika memang benar Tuhan-lah pemelihara nyawamu, apakah yang mungkin mampu dilakukan orang atau iblis sekalipun terhadap kita? Bukankah semua ada dalam tangan Tuhan. itu sebabnya bersyukur dan bersandar penuh kepada Tuhan. Gelombang hidupmu pasti berlalu. Seperti perkataan Abraham Lincoln ketika menghadapi tekanan perang saudara di Amerika, ''this too shall come to past...'' Yang inipun akan berakhir.

Tuhanlah penjaga nyawamu
Ingat penjagaan Tuhan atas israel, ketika berada didasar laut Teberau, ketika dibelah Tuhan agar israel berjalan ditanah kering, Alkitab mengatakan:'' lalau Musa mengulurkan tangannya keatas laut, dan semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu... dan pada waktu jaga pagi, Tuhan yang didalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.'' (Keluaran 14:21&24). Jelas bahwa semalam-malaman penjaga Israel berperang dan berjaga atas umat Nya. Tidak sekalipun dibiarkan mereka bejalan sendirian tanpa perlindungan Tuhan, itulah karya Pelindung kita, Pelindung Israel, Tuhanlah penjaga nyawamu.

Jubah Istri yang Bijaksana

Jubah istri yang bijaksana - Pakaian seseorang, bukan karena mahal harganya, sebenarnya bisa menyatakan banyak tentang kepribadian dan juga menunjukan kebiasaan, keseharian dan tingkah laku seseorang, istri yang bijaksana, yang dilukiskan oleh ibu Lemuel, dia berpakaian kekuatan dan kemuliaan. Kebiasaan, keseharian, dan tingkah laku seorang istri yang bijaksana adalah tidak lemah, dia berpakaian kekuatan bahkan kemuliaan. Bukan berarti bahwa dia tidak pernah mengalami masalah dan tekanan didalam hidupnya, namun dia selalu mampu memperbaharui kekuatan nya, sama seperti seekor burung rajawali (Yesaya 40:31), dia mampu memperbaharui kekuatannya sendiri, kekuatan baru yang dia dapatkan dari menanti-nantikan akan Tuhan, itulah kekuatannya yang selalu diperbaharui.

jubah istri yang bijaksana

Satu kali Tuhan bercakap-cakap dengan para malaikat :''Aku akan membuat satu pribadi yang tangannya begitu kuat dan perkasa, namun juga lembut untuk dapat menggendong bayi-bayi yang masih rentan. Pundaknya begitu kuat daripada unta, sehingga sekalipun dalam keadaan kelelahan, panas terik, dan tekanan, dia mampu memikul beban seluruh rumah tangganya. Hatinya begitu luas dan tidak pernah dia tidak memiliki ruangan untuk menampung beban baru, kakinya bukan hanya kokoh berdiri dan mampu menopang yang lain nya, tapi juga lincah dan cekatan seperti kaki rusa.'' Malaikat-malaikat terus memperhatikan makhluk seperti apa yang akan Tuhan ciptakan kali ini yang begitu luar biasa kekuatannya, dan Tuhan menciptakan wanita, seorang istri yang siap menjadi seorang ibu. Dia memang dipersiapkan dengan ''kekuatan illahi'' sebagai pakainnya, sebab ada tugas khusus yang Tuhan berikan kepadanya.

Bukan pada otot dan tenaganya lah terletak kekuatan seorang wanita, memang diciptakan tidak dengan spesifikasi yang sedemikian, namun seorang wanita memiliki  keteguhan hati, keuletan, kesabaran, dan kelemah lembutan yang sedemikian rupa kuatnya bahkan dengan kekuatannya itu dia mampu mengalahkan kekerasan dan kedegilan orang-orang disekitarnya. Sejujurnya saya terkadang tidak mampu memahami bagaimana seorang istri yang bijaksana hanya bersenjata air mata, mampu bertahan menghadapi suaminya yang tidak takut akan Tuhan, dan tidak bertanggung jawab. Disisnilah letak rahasia kekuatan seorang wanita, ketika tertekan, tertindas dan tidak ada kekuatan, dia berseru kepada Surga, dan Raja Surga yang menciptakannya, Dia akan bertanggung jawab dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Bukankah atas rencana Tuhan sendiri wanita diciptakan sedemikian rupa?

Untuk semua suami dan kaum pria atau para penguasa, para tuan, ada satu pesan yang ingin saya sampaikan, ketika istrimu, anak-anakmu, atau orang-orang kecil dibawah kuasamu menangis karena tekanan yang begitu tidak adil diperlakukan suaminya, ayah mereka, tuan mereka kepadanya,... ingat, pada satu ketika, bila waktu Tuhan telah tiba, renungkan Firman Tuhan ini: ''Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan dihadapan yang maha tinggi, atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?'', tidak akan membuat Tuhan berdiam diri selamanya. Ingat, yang membuat Tuhan menghancurkan Firaun adalah jeritan orang tertindas! (Keluaran 2:23-24). Mulai sekarang hiduplah bijaksana dengan istri kita, sebab Tuhan Bapanya yang di surga mendengar doa-doanya.

Istri yang bijaksana bukan hanya tidak takut dengan hari esok, dia bahkan tertawa tentang hari depan. Apa rahasia yang membuat dia begitu pasti tentang masa depan? Perhatikan apa yang Amsal katakan: ''Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan pengharapanmu tidak akan hilang. Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tunjukanlah hatimu ke jalan yang benar.''(Amsal 23:17-19). Karena 2 perkara yang dipegang oleh istri yang bijak seperti yang amsal 23 katakan: karena takut akan Tuhan senantiasa, dan karena hatinya tertuju kepada jalan yang benar, Jika kedua hal itu ada pada kita, dapat dipastikan bahwa kitapun akan tertawa tentang hari depan, sebab ''masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang'', Amsal 23:18. Adakah engkau masih takut tentang hari esok?

Keadilan vs Kebenaran

Keadilan vs kebenaran - Warna yang terjadi di padang gurun adalah “keadilan”, sedangkan di kebun buah-buahan adalah “kebenaran”. Coba perhatikan sekali lagi,sama seperti padang gurun yang tidak akan pernah puas untuk menghisap air sebanyak apapun yang diterimanya, demikian juga hidup yang menuntut keadilan, tidak akan pernah dipuaskan. Selalu akan ada perkara yang dirasakan kurang adil atau bahkan tidak adil. Hidup yang menuntut keadilan tidak akan pernah terpuaskan, sebab didalam menuntut keadilan akan selalu ada pertentangan dan perbantahan, bahkan dendam dan usaha untuk saling melukai. Kita tidak akan pernah puas jika kita terus-menerus hidup menuntut keadilan, sampai pada satu saat, kita rela belajar untuk mengalah.

keadilan vs kebenaran

Salomo adalah seorang raja yang sangat berpengaruh dan berhikmat, ketika salomo berada pada puncak kejayaannya, dia menyatakan satu ungkapan kesedihan dan keputus-asaan yang luar biasa. Ungkapannya di lukiskan demikian: “kesia-sian belaka, kata pengkotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia… Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidak adilan, dan ditempat keadilan, di situpun terdapat ketidak adilan.” (pengkotbah 1:2 dan 3:16). Perhatikan apa kesimpulan dari pelajaran hidup seorang yang sangat berhikmat: manusia masing-masing memegang ukuran keadilan menurut pandangannya sendiri-sendiri, hal itu membuat mereka tidak pernah terpuaskan.

Sebaliknya , pada saat tuanya, Salomo menyimpulkan semua hikmat yang telah dia peroleh demikian: “Pengkotbah berusaha menuliskan kata-kata tersebut dengan kebenaran secara jujur… Akhir kata dari segala yang didengar ialah takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkotbah 12:10,13). Takut akan Tuhan dan berpegang kepada perintah-Nya, bukankah itu kebenaran yang sejati? Yesus sendiri pernah berkata: Akulah jalan Kebenaran dan hidup? Seperti itulah warna kehidupan seseorang yang sudah dipenuhi roh kudus. Kebenaran akan mewarnai seluruh aspek kehidupannya. Itulah warna Firman Tuhan yang dia pegang. 


Ketika berhadapan dengan seorang wanita yang kedapatan telah bersundal, keadilan akan berteriak: “demi Keadilan, dia harus dirajam sesuai hukum Taurat…” Sebaliknya Kebenaran akan berbisik:”…Aku tidak akan menghukummu, pulanglah dan jangan berbuat dosa lagi…” Ketika berhadapan dengan seorang yang buta sejak lahir, Keadilan akan mencari kambing hitam dengan berkata: “siapa yang berdosa?...” Sebaliknya Kebenaran akan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong sambil berkata: “semua ini terjadi supaya Kemuliaan Bapa dinyatakan didalam hidup orang ini…” Dari beberapa contoh napas keadilan vs kebenaran, coba selidiki secara jujur, apakah engkau masih hidup di padang gurun dengan nuansa keadilan atau di kebun buah-buahan dengan buahnya yaitu kebenaran?


keadilan vs kebenaran
Disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar antara Roh kudus dan Roh agamawi. Roh agamawi akan menuntut keadilan, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, sedangkan Roh Kudus akan mengajarkan kita untuk memberikan pengampunan, walaupun kita tahu orang tersebut sudah berbuat salah. Hal ini bukan berarti bahwa keadilan itu salah, namun seandainya saja Tuhan membuat standar keadilan untuk menentukan keselamatan kita, mungkinkah ada dari kita yang akan selamat? Bersyukur karena Dia tidak menggunakan standar keadilan, tapi kasih dan kebenaran. Kasih melepaskan pengampunan dan kebenaran mengharuskan Diri-Nya sendiri untuk di korbankan demi Kasih-Nya.


Popular Posts

Powered by Blogger.