Home » , » Iman Percaya Sebagai Warisan yang Kekal

Iman Percaya Sebagai Warisan yang Kekal

Iman percaya sebagai warisan yang kekal - Setiap orang tua yang memiliki pikiran yang sehat, pasti rindu untuk mewariskan sesuatu yang berarti bagi anak cucunya, Warisan tersebut tidak selalu berupa harta kekayaan, saya temukan justru warisan yang paling berharga yang bisa ditinggalkan orang tua bagi anak cucunya bukanlah harta kekayaan. Kita pasti sependapat bahwa nama  baik yang harum yang ditinggalkan orang tua pasti lebih berharga dari harta kekayaan. Statistik membuktikan bahwa 80% lebih  warisan harta kekayaan orang tua akan habis sebelum keturunan kedua meninggal dan tidak sampai kepada keturunan berikut. Hampir 95% lebih akan lenyap pada keturunan berikut. Jika harta kekayaan tidak dapat dijadikan sebagai warisan  yang berarti, apakah engkau dan saya telah mempersiapkan satu warisan bernilai bagi anak-anak kita?

Iman percaya

Jika harta kekayaan bukanlah warisan yang berharga, lalu bagaimana dengan pendidikan? Pendidikan tentu merupakan hal yang sangat penting untuk kita wariskan bagi anak cucu. Jika bangsa ini ingin menjadi lebih maju dan berkembang, maka anak-anak bangsa ini harus lebih berpendidikan daripada generasi sebelumnya. Namun sekali lagi, pendidikan pun tidak kekal dan bukan merupakan warisan yang paling bernilai. Saya ingin tegaskan, ternyata ''iman percaya'' adalah warisan yang paling berharga yang bisa kita teruskan, wariskan kepada anak cucu kita. Di dalam ''iman percaya'' terdapat butir-butir kekekalan, ada pengharapan, ada masa depan... jika hari ini engkau telah mengenal Kristus sebagai Tuhanmu, wariskanlah iman percaya tersebut kepada anak-anakmu dan kepada anak-anak dari anakmu.

Coba perhatikan doa Daud ini ''Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu'' (1 Tawarikh 29:18). Sering kali didalam Alkitab, Allah Israel disebut sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, kenapa sampai harus diperjelas 3 keturunan seperti itu Apakah Allah Israel saja kurang untuk menjelaskan pribadi Tuhan? Inilah salah satu bukti penggenapan rencana Tuhan yang diajarkan Musa di Ulangan 6, yang kalau saya boleh sebutkan sebagai ''estafet iman''.Iman yang ada ada Abraham memang tidak dapat menyelamatkan Ishak, apalagi Yakub, tapi iman itu bisa di ajarkan, di wariskan kepada anak cucu Abraham, dan persis seperti itulah yang Abraham lakukan.

Jika kita sadar bahwa iman percaya kita adalah warisan termulia yang paling berharga yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita, kita sendiri harus sudah memiliki iman percaya tersebut sebelum kita bisa mewariskannya kepada anak-anak kita. Apakah engkau sungguh-sungguh bisa berkata secara jujur: ''... ya iman itu sudah ada padaku dan hidup dihatiku''... sama seperti pada Lois dan Eunike sehingga mereka mampu mewariskannya bagi timotius? Kita tidak mungkin bisa mewariskan sesuatu yang tidak kita miliki terlebih dahulu. Kejarlah kekokohan fondasi imanmu, ambillah kesempatan untuk meneruskan iman percayamu kepada generasi berikutnya, supaya dengan demikian, ada waktunya nanti, ketika Yesus datang kembali, Dia menemukan iman di bumi (Lukas 18:8). 

0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

Powered by Blogger.